PALOPO, Kapitanews.id — Sebanyak 268 Kepala Keluarga di Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo terdampak banjir, senin hingga Selasa dini hari (11/10/2022).
Banjir yang melanda Kelurahan Salubattang selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan rumah warga tergenang air bercampur lumpur. Selain ratusan rumah warga, beberapa fasiltas umum juga terdampak seperti sekolah, masjid, posyandu, selain itu lahan perkebunan, sawah, dan tambak.
Lurah Salubattang, Kecamatan Telluwanua Saiman mengatakan kronologi bajir dimulai pada Jumat malam lalu, tetapi kondisinya belum parah dan hanya beberapa warga saja yang terdampak.
Namun pada malam berikutnya, karena kondisi curah hujan yang tinggi, mengakibatkan air sungai Salubattang meluap dan masuk di pemukiman warga pada pukul 02.00 wib. Ketinggian air diperkirakan mencapai perut orang dewasa.
“Sabtu malam paling parah, hampir semua rumah yang ada di Salubattang terdampak,” kata Lurah Salubattang.
Saiman juga menjelaskan proses evakuasi yang mereka lakukan dengan menggunakan alat seadanya karena akses yang sulit terjangkau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo dan akses di Pentojangan juga terjadi longsor.
“Kami hanya menggunakan alat seadanya, mulai dari pukul 02.00 sampai siang kami lakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman, dan alhamdulillah kondisi banjir sudah mulai surut,” ujarnya.
Hingga saat ini masyarakat masih mengantisipasi jika terjadi cuaca buruk, mereka akan segera mencari tempat yang aman karena kondisi cuaca masih sangat ekstrim dengan curah hujan yang tinggi.
