LUWU UTARA, Kapitanews.id – Terdapat 1 wilayah di Kabupaten Luwu Utara dengan kepemilikan berbagai jenis komoditas unggulan (produktif).

Wilayah tersebut ada, di Dusun Buntu Puringan, Desa Bantimurung, Kecamatan Bone-Bone.

banner 336x280

Para warganya adalah mayoritas petani yang mempunyai kekayaan kreativitas dan banyak inovasi dalam pengelolaan Sumber Daya Alamnya (SDA) khususnya dalam bidang pertanian.

Hal itu, senada dengan apa yang diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Bantimurung yang mengatakan bahwa, ada berbagai hal berpotensial di dusun tersebut.

“Dalam wilayah ini, terdapat banyak hal-hal yang begitu produktif khususnya dalam sektor pertanian,” kata Maslang.

Di samping itu, terdapat kesulitan petani untuk melakukan upaya-upaya pengembangan diakibatkan adanya titik jalan yang tidak layak akses.

Menurut Maslang, kesulitan tersebut membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah sehingga para petani dapat terus melakukan inovasi-inovasi dengan mendapatkan dukungan melalui pembangunan akses kendaraan.

“Adanya komoditi unggulan petani seperti durian, Cengkeh dan Jengkol. Hal itu, sangat memerlukan lirikan SKPD terkait,” sebutnya.

“Kekayaan kreativitas petani begitu besar karena bukan hanya lahan kebunnya yang dijadikan sebagai media tanam akan tetapi, pekarangan rumahnya pun juga ditanami berbagai macam kebutuhan pokok keluarga seperti tomat, cabai, kangkung, timun, kacang panjang, sawi dan bayam,” tambahnya.

“Sekalipun pemanfaatan pekarangan rumah merupakan salah satu program desa kita, namun itu sangat mahal, sebab tidak semua kalangan, warganya memiliki inisiatif untuk berbuat sekreatif mendesain lahan depan rumahnya layaknya sebagai kebun sayur-sayuran,” lanjut Kades yang kini menjabat 3 periode ini.

Olehnya itu, ia mengungkapkan harapannya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara (SKPD terkait) agar sekiranya memberikan solusi pada titik jalan yang ada di wilayahnya itu guna meningkatkan kualitas hidup warga-warga yang bertransmigrasi ke naungan pemerintahannya.

“Kami berharap, ada perhatian yang diberikan terhadap infrastruktur jalanan ini sebagai bentuk support pemerintah daerah kepada pengembangan dan juga transmigrasi di dalam wilayah kami ini,” pungkas Kades Bantimurung ini dengan nada harap.

Diketahui, volume jalan yang tidak layak diakses oleh masyarakat karena kondisi badan jalan yang begitu licin, berlubang, dan selalu digenangi air. Selain itu, juga merupakan jalur yang ekstrim (berjurang).

Sementara jumlah warga transmigrasi yang telah menetap dalam wilayah ini terdapat 100 KK dan berasal dari 4 daerah atau suku yang berbeda-beda di antaranya adalah, Bugis, Jawa, Lombok dan juga Enrekang.

“Dulunya ada 200 KK yang merupakan warga kita di Dusun Buntu Puringan. Namun untuk saat ini, sisa 100 KK yang berasal dari empat suku atau daerah berbeda-beda yakni ada Bugis, Jawa, Lombok dan Enrekang,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *