Ada Bangunan Pamsimas Desa Pengkendekan, Tapi Tidak Dirasakan Manfaatnya

Program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 di Desa Pengkendekan ini, didukung oleh Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara, dengan keterangan penerima bantuan, sebanyak 150 KK.

Warga Desa Pengkendekan inisial AR mengatakan, Pamsimas di desanya, ia ibaratkan sekedar menjadi bangunan mati. Dijelaskan AR, Air Pamsimas di Desa Pengkendekan, mengalir hanya saat ada pemeriksaan oleh petugas dari kabupaten. “Jika tim pemeriksa sudah melakukan pengecekan dan pulang, langsung juga dimatikan airnya,” ujar AR.

“Adanya Pamsimas di desa ini, bisa dilihat bangunannya, tapi tidak dapat dirasakan manfaatnya,” lanjut AR kepada wartawan Kapitanews.id di lapangan.

“Sudah lama sekali bangunannya, dari tahun 2017 sampai 2023 sekarang ini, bisa ditemukan mengalir airnya jika tim pemeriksa datang mengecek, dan kalau pemeriksanya sudah pulang, kayak otomatis juga aliran airnya, langsung mati,” katanya berulang.

Hal senada pun disampaikan oleh AW, seorang warga Desa Pengkendekan. “Sejak adanya Pamsimas di Desa Pengkendekan ini, kegunaannya belum kami tahu, hanya mengalir disaat ada pemeriksa datang. Kalau pemeriksanya sudah pulang, airnya pun sudah berhenti mengalir. Bisa dibilang hanya sebagai bangunan mati,” kuncinya.

Baca juga berita di Google News