Akumulasi Tembus 600 Kasus, Pemkot Palopo Gandeng UKJP Tekan Laju Penyebaran HIV/AIDS

PALOPO, Kapitanews.com – Universitas Kurnia Jaya Persada (UKJP) Kota Palopo sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Kesehatan Reproduksi di Era Modern”.

Kegiatan edukatif yang menjadi wadah diskusi penting ini dilangsungkan pada Sabtu (25/04/2026).

Rektor UKJP Palopo, Prof Mansjur Nasir, menyatakan bahwa pelaksanaan seminar ini menjadi wujud nyata dari komitmen institusinya dalam menghadirkan program edukasi kesehatan yang inklusif, modern, dan sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini.

Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, khususnya jajaran Dinas Kesehatan, atas sinergi dan masukan yang terus diberikan.

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin erat ini memberikan manfaat timbal balik yang luar biasa, baik bagi UKJP Palopo di sektor pendidikan maupun bagi Pemkot Palopo dalam upayanya meningkatkan derajat kesehatan warga.

“UKJP Palopo terus berupaya membangun reputasi sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga peduli pada pengembangan karakter, inovasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” tegas Prof Mansjur Nasir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah, yang hadir mewakili Wali Kota Palopo, turut menyoroti sejumlah tantangan berat yang dihadapi daerah di bidang kesehatan reproduksi.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan seperti angka kematian ibu dan anak, tingginya angka Infeksi Menular Seksual (IMS), serta meroketnya prevalensi HIV/AIDS masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat serius.

Irsan Anugrah memaparkan data spesifik terkait kondisi penyebaran virus mematikan tersebut di wilayahnya. Pada tahun 2023, ditemukan sebanyak 148 kasus HIV/AIDS di Kota Palopo.

Angka ini memang sempat menurun pada tahun 2024 menjadi 116 kasus, namun kembali mengalami tren kenaikan pada tahun 2025 dengan temuan 118 kasus.

Secara akumulatif, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Palopo hingga saat ini telah menyentuh angka lebih dari 600 kasus.

“Hal yang perlu menjadi perhatian ekstra untuk kita diskusikan bersama adalah fakta dari temuan kasus baru HIV/AIDS ini. Sebagian besar, yakni mencapai 80 persen, berasal dari kelompok berisiko Lelaki Seks Lelaki (LSL),” ungkap Irsan membeberkan fakta yang memprihatinkan tersebut.

Ia menegaskan bahwa ancaman kesehatan ini harus menjadi perhatian serius dan membutuhkan kerja keras dari seluruh elemen masyarakat.

Perubahan perilaku pergaulan dan gaya hidup dinilai sangat mendesak untuk segera diterapkan, terlebih dalam upaya bangsa Indonesia mempersiapkan generasi unggul dan sehat demi menyongsong visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

Kegiatan seminar nasional ini turut dihadiri oleh jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palopo khususnya Pokja IV Bidang Kesehatan, serta seluruh civitas academica dan jajaran pimpinan UKJP Palopo.