OLAHRAGA, Kapitanews.com – Klub raksasa asal London Utara, Arsenal, akhirnya sukses menuntaskan puasa final Liga Champions mereka yang telah berlangsung selama dua dekade.
Bermain di hadapan publiknya sendiri di Stadion Emirates pada Rabu (06/05/2026) dini hari WIB, armada Meriam London memastikan diri lolos ke partai puncak seusai membungkam perlawanan sengit Atletico Madrid dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan krusial ini membuat skuad asuhan Mikel Arteta unggul secara agregat 2-1.
Gol semata wayang yang menjadi penentu sejarah baru bagi Arsenal tersebut lahir pada penghujung babak pertama, tepatnya pada menit ke-45.
Bukayo Saka sukses merobek jala gawang lawan setelah menyambar bola liar hasil tepisan kiper Jan Oblak terhadap tembakan awal Leandro Trossard.
Bagi manajer Arsenal, Mikel Arteta, keberhasilan ini adalah pencapaian yang amat membanggakan, sekaligus momentum emosional untuk memberikan apresiasi kepada para mentor yang telah membentuk filosofi kepelatihannya.
“Saya sangat bahagia bisa lolos ke final Liga Champions, apalagi untuk mencapainya, seluruh elemen di tim Arsenal turut terlibat aktif. Saya juga berterima kasih kepada orang-orang yang berjasa dalam kepelatihan saya seperti David Moyes dan juga Pep Guardiola,” ujar Arteta dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari MSN.
Pelatih asal Spanyol itu juga tak segan memuji kerja keras anak asuhnya yang tampil luar biasa mengunci kemenangan atas wakil La Liga tersebut.
“Ini malam yang luar biasa. Kami kembali menciptakan sejarah bersama dan saya tidak bisa lebih bahagia serta bangga terhadap semua orang di klub ini,” tambahnya penuh antusias.
Di kubu tim tamu, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, harus menerima kenyataan pahit ini dengan kepala tegak.
Meski timnya sempat melayangkan protes keras dan meminta penalti atas insiden yang melibatkan Antoine Griezmann di babak kedua, Simeone menolak menjadikan keputusan wasit sebagai kambing hitam kekalahan mereka.
“Saya tidak akan fokus pada hal sederhana seperti insiden Griezmann. Itu jelas pelanggaran, tetapi wasit melihat pelanggaran lebih dulu,” tegas Simeone. “Saya tidak ingin menjadikannya alasan. Itu hanya akan menjadi pembenaran.”
Kendati demikian, pelatih berjuluk El Cholo tersebut tidak menutupi kekecewaannya karena Atletico harus kembali menutup musim tanpa satu pun gelar bergengsi.
“Kami berkembang dalam banyak aspek. Klub ini kini diakui di Eropa dan dunia. Namun, para penggemar ingin menang. Semifinal saja tidak cukup,” ungkapnya merefleksikan kegagalan tersebut.
Di sisi lain, luapan kegembiraan luar biasa dari para punggawa Arsenal pasca-pertandingan memicu komentar miring.
Mantan bintang Manchester United, Wayne Rooney, menilai perayaan Declan Rice dan kawan-kawan bersama para suporter terlalu berlebihan.
“Mereka pantas ada di posisi ini tapi mereka belum juara. Saya kira selebrasinya sedikit lebay. Rayakan ketika juara,” sentil Rooney saat menjadi pundit.
Kini, Arsenal dijadwalkan terbang ke Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada 30 Mei mendatang untuk menghadapi pemenang antara PSG atau Bayern Munchen di laga puncak.
Asa mereka untuk mengawinkan gelar Liga Champions dengan trofi Liga Inggris pun makin terbuka lebar.
