Seperti bapaknya, ia pun mengurusi segala macam persoalan di desa. Listrik padam, sampah berserakan di sudut desa, hak-hak masyarakat dari perusahaan industri, dan masih banyak lagi. Semua urusan ini dilakukan semata-mata untuk hajat hidup orang banyak. Yopi tak memiliki privilege apa-apa untuk suatu kepentingan. Ia anak imam masjid sekaligus masyarakat biasa yang ikut merasakan dampak dari segala persoalan di desa.
Sebagai masyarakat biasa, mengurusi segala persoalan desa di sistem negara yang penuh administratif, rasanya tak cukup. Bermodalkan niat yang tulus, tentu juga dorongan masyarakat, Yopi memilih jalan politik sebagai kendaraan baru untuk melanjutkan tugas; mengurusi segala persoalan desa.
Tak disangka, niat itu dibanjiri dukungan masyarakat. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan menamai diri sebagai Relawan Yopi atau RAPI. Sebuah nama yang sama sekali tanpa tendensi, relawan adalah pekerjaan tanpa pamrih.
Kamis 27 Oktober 2022, sekitar 50-an orang relawan mendatangi kantor DPD Partai Nasdem untuk mendaftarkan Yopi sebagai calon anggota legislatif pada perhelatan pileg 2024. Tim RAPI diketuai oleh Tahir Mahaseng, tokoh pemuda di Desa Bahodopi. RAPI diikuti banyak tokoh pemuda, aktivis, hingga komunitas ibu-ibu hits yang ada di Bahodopi.
Di hadapan Ketua DPD Partai Nasdem yang juga Wakil Bupati Morowali, Dr. H. Najamudin, dan para relawan. Tahir menyampaikan komitmen RAPI yang tidak sekadar menargetkan kursi anggota legislatif di DPRD Morowali, namun juga menargetkan posisi Ketua DPRD. Posisi Ketualah yang dirasa paling pantas untuk menyelesaikan sekelumit persoalan yang ada di Desa Bahodopi. Desa Bahodopi bukan sekadar jumlah penduduknya yang banyak, tapi juga sebagai kawasan industri yang kontribusinya terhadap APBD yang tidak bisa dilihat enteng.
“Saatnya anak kampung Bahodopi mendapat dan menduduki posisi strategis di ibukota kabupaten,” tegas Tahir.
