Menurutnya, dua srikandi, orang yang berprestasi. “Tapi yang mau saya bilang, kegiatan filantropi, kegiatan yang tanpa diketahui orang lain. Ketika saya jadi kepala desa, beliau pertama kali mencetuskan tanam jangka pendek sebelum Covid-19, 1 juta bedeng di 207 desa untuk ketahanan pangan, beliau pernah menjadi Ketua DPRD Luwu dan 2 kali menjadi Ketua PKK Luwu,” sebutnya.

Saya ingat pesan orang tua selalu kita ini rumpun mappiwelo, jangan sampai menjadi pemecah dalam keluarga dan masyarakat. Olehnya, organisasi profesi satukan persepsi melalui BKD Sulsel dan tidak tebang pilih, semua sama, itu terbukti hadirnya sejumlah pengurus profesi di Sulsel pada pelantikan hari ini.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu, Andi Muhammad Ahkam Basmin, menyampaikan selamat kepada pengurus BKD PP Sulsel, PAC PP Kabupaten Luwu yang baru saja dilantik.

“Sore hari ini saya bisa menyatakan PP Luwu, adalah salah satu ormas terbesar di Luwu. Bukti, dengan kehadiran teman teman sore hari ini ditambah kepengurusan baru BKD PP Sulsel dan Luwu,” ujarnya.

Ahkam bercerita, awal mula PP ada di Luwu dibawah Almarhum, Pak Thamrin, ayahanda dari dari Kadis Perkim Luwu, Sofyan Thamrin.

*Pondasi beliau yang tanam hingga saat ini kita rasakan. Awal 2013, MPC PP Luwu, dikomandoi oleh Arham Basmin. Kami sekeluarga bukan PP yang baru saja datang yang menggunakan atribut PP di Sulsel,” katanya.

“Saya terharu dengan kondisi PP saat ini, tahun 2013, yang ingin menggunakan atribut PP saat itu ada rasa malu. Saya tidak tahu, apakah saat itu belum tersosialisasi, namun saya hanya berprasangka baik, bahkan kita tawarkan baju enggan dipakai,” lanjutnya.

Dengan segala keterbatasan, Pemuda Pancasila Luwu, tetap jalan mensosialisasikan kepada masyarakat, meluruskan isu miring yang tidak paham tentang organisasi Pemuda Pancasila.

Di awal kepemimpinan Bung Arham, dari 2013 ke 2018, Pemuda Pancasila Luwu, berhasil mengawal jalannya pemerintah meski di luar garis pemerintah, dan tidak pernah menciderai pemerintah, tidak pernah mengobok-obok pemerintah.

“Tahun 2019, tongkat Komando Pemuda Pancasila saya ambil alih. Di posisi sekarang ini saya tentu gagal jika tidak bisa membesarkan PP dari sebelumnya. Semua kader harus memiliki kepekaan yang tinggi. Di PP kita menunjukkan dan membuktikan, tidak hanya menyandang label Pancasila tapi tempat kita mengamalkan Pancasila,” seru Ahkam.