PALOPO, Kapitanews.com – Pemerintah Kota Palopo memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di kalangan masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan.
Bentuk dukungan nyata tersebut terlihat saat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palopo, Asnita Darwis, yang hadir mewakili Wali Kota, secara resmi membuka kegiatan “Muslimah Mengaji”.
Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Daerah (PD) Wahdah Islamiyah Palopo ini diselenggarakan di Aula Ratona, Kantor Wali Kota Palopo, pada Ahad (01/05/2026).
Kegiatan keagamaan yang mengusung tema “Langkah Kecil Menuju Mahir Al-Qur’an” ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab suci bagi para kaum hawa.
Wakil Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Palopo, Winarseh, dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud ajakan nyata untuk seluruh muslimah di Kota Palopo.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengajak para muslimah agar semakin mahir membaca Al-Qur’an, sehingga ke depannya kita bisa memastikan tidak ada lagi yang buta aksara terhadap Al-Qur’an di kota ini,” ungkap Winarseh.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakannya, Asnita Darwis memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus Muslimah Wahdah Islamiyah atas dedikasi mereka menyelenggarakan acara tersebut.
Menurutnya, kegiatan mengaji ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan bukti konkret bahwa perempuan Palopo memiliki peran yang sangat strategis dalam menghidupkan dan membumikan ajaran Al-Qur’an.
Asnita juga menilai tema yang diusung panitia sangat relevan untuk dijadikan motivasi, terutama bagi para perempuan di era saat ini.
“Kita menyadari bahwa aktivitas mengaji dan mempelajari Al-Qur’an tidak perlu menunggu diri kita menjadi sempurna untuk memulainya. Namun, kunci yang paling terpenting adalah konsistensi,” tutur Asnita.
Ia mengingatkan kembali akan filosofi bahwa perempuan adalah madrasah pertama bagi generasi penerus di kota tersebut.
Apabila seorang ibu sudah mahir membaca dan mendalami makna Al-Qur’an, niscaya nilai-nilai kejujuran, kesabaran, serta kepedulian sosial akan mengakar kuat, sehingga anak-anak akan tumbuh besar dengan kecintaan terhadap kitab sucinya.
Pada kesempatan yang sama, Asnita turut menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Palopo dalam mewujudkan visi sebagai Kota Religi.
Sebagai bentuk implementasi, pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah daerah memastikan akan tetap mengalokasikan dana insentif bagi para penggerak keagamaan di akar rumput, seperti imam masjid dan guru mengaji.
Menutup arahannya, ia menyadari bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendirian tanpa sokongan dari berbagai elemen masyarakat sipil.
“Kami sangat mengharapkan dukungan sekaligus menawarkan ruang kerja sama yang lebih besar lagi dengan DPD Wahdah Islamiyah Kota Palopo. Kita berharap pihak pengurus dapat terus mengambil peran strategis yang lebih konkret ke depannya,” pungkasnya.
Turut hadir memeriahkan majelis ilmu ini di antaranya Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Kota Palopo, perwakilan Ketua TP PKK Kota Palopo dan Kecamatan, jajaran pemateri, serta tamu undangan lainnya.
