Bahtiar Baharuddin, menegaskan untuk membangun Sulsel Emas, harus melibatkan investor atau pengusaha swasta dengan partisipasi masyarakat lebih masif, bermitra dengan pihak swasta, bukan hanya dengan pemerintah.
“Negara ini harus dibangun dengan melibatkan seluruh unsur, utamanya pelaku swasta, tidak bisa kita bangun negara ini hanya mengandalkan APBN, termasuk Sulsel,” ujarnya.
“9,3 juta penduduk di Sulsel harus bergerak bersama membangun daerah. Rp 54 triliun tidak cukup untuk melakukan percepatan pembangunan di Sulsel. Di rapat baru-baru, saya tanya, 20 tahun ke depan atau 2045, kita ingin Sulsel seperti apa. Saya sampaikan, Jangan fotocopy perencanaan Sulsel ke depan, harus direncanakan dan kita duduk bersama untuk 2045 Sulsel Emas,” lanjutnya.
Di hadapan Bupati Luwu dan para pejabatnya, Bahtiar Baharuddin, menegaskan hanya akan menjadi mimpi membangun Sulsel jika hanya bertumpu pada anggaran pemerintah pusat untuk Sulsel sebesar Rp 54 triliun. Membangun Sulsel harus ada upaya dan kerja luar biasa.
“8,87 persen angka kemiskinan kita, 4,7 persen pertumbuhan ekonomi kita. Hanya akan menjadi mimpi membangun Sulsel tanpa tanpa ada upaya luar biasa. Dibutuhkan upaya ekstra ordinary untuk membangun Sulsel. Diantaranya melibatkan segara sektor, pengusaha swasta, melibatkan seluruh masyarakat, salah satunya yang baru kita laksanakan, pengembangan pertanian khusus pisang cavendish,” urai nya.
Bahtiar Baharuddin, menyebutkan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp 300 triliun untuk membantu sektor menengah ke bawah melalui dana KUR. Gubernur Sulsel, secara khusus telah meminta anggaran KUR untuk Sulsel sebesar Rp1 triliun. Untuk menyerap anggaran tersebut, Bahtiar Baharuddin, meminta peran aktif seluruh pemerintah daerah di Sulsel.
“Kita ingin membangun wajah baru Sulsel kedepan, terstruktur sistemik dan masif, membangun percepatan transaksi uang daerah. Tidak mungkin kita bangun dengan uang 54 triliun dari pusat yang ada di Pemda. Dana itu sudah terserap banyak oleh gaji. Rp1 triliun KUR kita kawal untuk pengembangan ekonomi menengah ke bawah,” serunya.
“Kira wujudkan Sulsel 20 tahun kedepan, berdaulat, maju dan berkelanjutan sesuai tujuan nasional Indonesia Emas 2045 dan maju, berkelanjutan dan mandiri ini untuk tujuan Sulsel Emas 2045,” kuncinya.
Pada kesempatan itu, Pj Gubernur Sulsel menyerahkan bantuan benih timun, cabe dan bibit pisang cavendish kepada petani di Luwu. Sebelum ke Luwu, Gubernur Sulsel, juga melakukan kunjungan kerja ke Luwu Timur, Luwu Utara dan Kota Palopo.
Baca juga berita di Google News
