LUWU UTARA, Kapitanews.id – Bupati Kabupaten Luwu Utara, Indah Putri Indriani mensupport kolaborasi berbagai pihak untuk melakukan pelestarian ekosistem Pegunungan Quarles Wilayah Administrasi Kabupaten Luwu Utara.

Seperti halnya Gunung Gandang Dewata yang merupakan bagian dari Pegunungan Quarles yang telah ditetapkan sebagai Taman Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan Surat Keputusan (SK) No.773, 3 Oktober 2016.

Fungsi dan jasa ekosistem pada lanskap ini tentunya memiliki peranan penting kepada masyarakat yang tinggal di bagian hilir.

Sementara itu, Indah Putri Indriani yang menjadi narasumber pada kegiatan Tudang Sipulung Rancang Bangun dan Desain Kolaboratif “Pelestarian Ekosistem Hutan Pegunungan Quarles, Wilayah Administrasi Kabupaten Luwu Utara” mengatakan bahwa hal ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dipahami sehingga pembangunan yang terselenggara, tidak menghilangkan wawasan lingkungan.

“Hal ini sangat penting dipahami untuk bisa menerapkan sistem kolaborasi dari multi pihak tidak hanya perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, media, swasta, komunitas, semua perlu kita dorong mengambil bagian, agar menghasilkan dokumen dan rekomendasi yang dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam upaya pengambilan keputusan pembangunan dengan tetap berwawasan lingkungan,” kata Indah.

Olehnya itu, Indah juga menuturkan bahwa memang perlu intervensi khusus untuk mengelola hutan, khususnya bagaimana tetap memberikan wewenang dan juga akses kepada para warga.

“Ini tentu tidak mudah karena jumlah penduduk terus bertambah, sementara lahan tidak pernah beranak pinak. Kemudian di sisi lain, industri terus berkembang dan kebutuhan lahan akan pengelolaan pangan meningkat, sehingga tugas kita adalah memastikan pengelolaan hutan agar tidak merusak. Terlebih kita ketahui wilayah pegunungan kita adalah daerah tangkapan air yang harus kita jaga keberlangsungannya,” tutur Bupati Lutra.

“Kalau masyarakat teredukasi dengan baik, maka misi ke-4 kita dalam RPJMD 2021-2026 yakni meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan ketahanan bencana, itu akan dapat kita wujudkan dengan menggunakan pendekatan, adaptasi dan mitigasi,” tambahnya.

Dan Kepala Bappelitbangda, Alauddin Sukri menyampaikan, upaya kolaborasi lintas sektor untuk pelestarian ekosistem hutan pegunungan quarles wilayah administrasi Kabupaten Luwu Utara ini, berawal dari inisiasi dan komunikasi yang dibangun oleh Fauna dan Flora International bersama BBKSDA Sulsel dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beserta Pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang selaku pemangku wilayah administrasi daerah, lokasi pengembangan proyek FFI yang akan berlangsung kurang lebih 5 tahun ke depan.

“Berdasarkan hasil survei ini setidaknya menyampaikan fakta bahwa ekosistem hutan pegunungan di Kecamatan Seko dan Rongkong khususnya yang bersebelahan dengan Kawasan Taman Nasional Gandang Dewata, juga menyimpan kekayaan biodiversitas yang tinggi dan mungkin belum sepenuhnya tersingkap. Namun di balik potensi tersebut, tentunya juga terdapat sejumlah tantangan yang perlu dijawab bersama khususnya terkait dengan masih tingginya kebergantungan masyarakat setempat terhadap kebutuhan pokok berupa daging yang dihasilkan dari aktivitas perburuan satwa liar seperti spesies kunci Anoa,” pungkas Alauddin.

“Tentu saja, proyek pelestarian ekosistem hutan pegunungan quarles di wilayah administrasi Kabupaten Luwu Utara ini, tidak hanya memperhatikan aspek perlindungan keanekaragaman hayati semata, namun juga berupaya menemukan solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat serta penguatan nilai-nilai adat dan identitas lokal yang tentunya membutuhkan peran multi pihak,” tutupnya.

Diketahui, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani yang berlangsung di Aula La Galigo, Selasa (15/11/2022)