LUWU UTARA, Kapitanews.id — Salah seorang ibu, warga Desa Rampi yang membutuhkan pelayanan kesehatan, dengan terpaksa harus ditandu sejauh 20 Kilometer (Km).
Seorang warga ini ditandu, dari Desa Rampi menuju Puskesmas yang terletak di Desa Sulaku Kecamatan Rampi Kebupaten Luwu Utara.
Hal itu pun menuai respon dari berbagai kalangan, salah satunya adalah Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (IPMR) Adrian.
Adrian mengatakan bahwa, dirinya merasa sangat prihatin dengan kondisi ibu tersebut, karena untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, mesti ditandu puluhan Kilometer.
“Problem di Rampi bukan masalah yang sepele, dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Persoalan di Rampi ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Adrian, Jumat (08/12/2023).
Olehnya itu, ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara, untuk segera memberikan solusi terkait permasalahan yang dialami oleh para warga di Kecamatan Rampi.
“Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mestinya mengeluarkan solusi atas problem tersebut,” ucapnya dengan nada tegas.
Menurutnya, minimnya fasilitas dan infrastruktur yang kurang memadai, membuat warga di Rampi merasa resah.
Dirinya menambahkan bahwa hal tersebut, betul-betul membutuhkan realisasi, guna pemenuhan hak masyarakat secara merata di lingkup Luwu Utara, khususnya di Rampi.
“Kegelisahan serta keresahan terus menghantui jiwa masyarakat akibat kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang tidak memadai. Bukankah hal yang mendasar ini mesti dipenuhi agar bagaimana masyarakat Rampi bisa beraktivitas dan tidak merasakan penderitaan,” pungkasnya.
Terakhir, dirinya berharap agar Pemda Luwu Utara, segera merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Rampi, sehingga kejadian yang serupa tidak lagi terulang.
“Kami dari pegunungan masyarakat rampi khususnya seolah-olah diabaikan, hati yang resah merasakan penderitaan saudaranya kami yang ditandu sejauh 20 kilo meter, hanya untuk mendapatkan perawatan seperti manusia pada umumnya, namun mirisnya hal itu tidak kami dapatkan di daerah kami khususnya di Rampi,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyakit yang diderita warga tersebut. Kendati demikian, warga yang ditandu sejauh 20 Kilometer mengalami muntah darah.
Baca juga berita di Google News
