“Selain senam bersama, kami juga menggelar pemeriksaan hemoglobin (HB), sarapan bersama dengan bubur, dan terakhir minum TTD secara serentak,” kata Nelli.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat berharap agar nantinya para siswi meminum TTD secara teratur dengan tujuan mencegah siswi di masa yang akan datang melahirkan generasi yang memiliki ciri stunting.
“Kami berharap para siswi meminum tablet darah ini pada hari yang sama setiap hari, usahakan minum TTD ini setelah sarapan dan diminum dengan air putih agar penyerapan zat besinya maksimal. Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR). Sehingga terciptanya generasi penerus di Kabupaten Luwu Timur yang sehat dan cerdas yang punya daya saing ditingkat global,” jelas Nelli Mualim.
