LUWU, Kapitanews.id – Penyaluran dana Bansos sudah mulai dilaksanakan pemerintah melalui kantor pos. Khusus di Kabupaten Luwu, baru melayani penyaluran bagi masyarakat di 6 desa di Kecamatan Bua, Minggu, (11/9/2022).
Dalam penyaluran bansos di Kecamatan Bua ada yang menjadi pertanyaan sejumlah pihak, yakni adanya perbedaan data oleh Kantor Pos Kota Palopo dengan fakta di lapangan.
Data Kantor Pos Palopo menyebutkan, besaran dana yang diterima Keluarga Penerima Manfaat, KPM sebesar Rp600 ribu sementara dana yang diterima warga hanya Rp500 ribu. Ada selisih Rp100 ribu per KPM.
Dana BLT yang diterima setiap KPM sebesar Rp500.000,- sesuai Barcode Kementerian Sosial. Sementara, data dari Kantor Pos yang beredar di masyarakat sebesar Rp600.000,- per KPM.
Perbedaan besaran dana BLT ini mendapat tanggapan beragam oleh masyarakat, karena selisihnya cukup besar mencapai Rp100.000,- per KMP. Informasi yang dihimpun, data yang beredar berupa foto selembar kertas yang ditandatangani Kepala Kantor Pos Palopo atas nama Hana Nuryono dan Koordinator Satgas BLT Sharul BS.
Sebagai contoh, data di kertas tersebut untuk Kelurahan Sakti, jumlah KPM sebanyak 149 orang dengan anggaran sebesar Rp89.400.000,-. Jika dibagikan, hasilnya diperoleh Rp600.000,- per orang. Begitu pula untuk data Desa Lengkong. Jumlah KPM penerima BLT sebanyak 163 orang dengan anggaran sebesar Rp97.800.000,-. JIka dibagikan, hasilnya juga pas Rp600.000,- per orang.
Perbedaan data ini dipertanyakan kepala desa di Bua. Mereka mengaku khawatir, dampak dari perbedaan data ini masalahnya jatuh ke kepala desa. Bahkan ada kepala desa mengaku sudah mengumumkan ke publik, jumlah BLT yang diterima warganya sebesar Rp600.000,- per KPM, itu dengan melihat data dari Kantor Pos Palopo tersebut.
Koordinator Satgas BLT Kantor Pos Palopo Sharul, mengakui sudah mengetahui informasi di atas dan menyampaikan permohonan maaf. “Iya, saya sudah dapat kabarnya,” ujar Sharul.
Dijelaskannya, perbedaan data tersebut bukanlah sebuah kesengajaan tetapi terjadi karena human error akibat kesalahan copy paste data. “Salah ketik atau salah input karena copy paste format dari data yang lama. Jumlah KPM sudah diubah tapi perkaliannya belum diubah. Yang benar barcode dari kementerian,” jelasnya.
Kesalahan terjadi karena salah ketik oleh pihak Kantor Pos Palopo dan salah dalam melakukan copy paste data. Sharul menegaskan nilai atau jumlah dana BLT yang benar adalah Rp500.00,- sesuai dengan barcode dari Kementerian Sosial.
“Saya jelaskan bantuan Rp500,- ini rinciannya, pertama, program BLT BBM dibayar 2 bulan, periode bulan september dan oktober. Satu bulannya Rp150.000,- jadi total Rp300.000,-. Kedua, program Bantuan Sembako Tunai, 1 bulan Rp200.000 untuk bulan September. Sehingga total yang diterima Rp500.000,” rinci Syahrul.
Terkait penyaluran bantuan ini sendiri khusus untuk Kabupaten Luwu baru melayani Kecamatan Bua saja, itupun baru 6 desa, yakni Desa Padangkalua, Raja, Lengkong, Pabarasseng, Desa Tanarigella dan Kelurahan Sakti. Jumlah Keluarga Penerima Manfaat di 6 desa di Kecamatan Bua ini sebanyak 405 KMP.
Kantor Pos Palopo mengakui, untuk data sementara jumlah KPM dalam program bansos kali ini jumlahnya jauh dibawah dari program sebelumnya. Dibandingkan, untuk Kota Palopo sebelumnya mencapai delapan ribu lebih, sementara kali ini sebanyak tuju ribu lebih.
