Detik-Detik Bus ALS Hilang Kendali Sebelum Hangus Terbakar Bersama Truk Tangki

NASIONAL, Kapitanews.com – Insiden tragis yang merenggut belasan korban jiwa mengguncang wilayah Sumatera Selatan.

Sebuah kecelakaan fatal yang melibatkan bus penumpang ALS dan truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), pada Rabu (06/05/2026) siang.

Tabrakan mengerikan yang disusul dengan kobaran api besar ini menewaskan 16 orang di tempat. Seluruh korban dilaporkan meninggal dalam kondisi hangus.

Di samping itu, terdapat empat orang yang berhasil lolos dari maut, dengan rincian tiga korban menderita luka bakar serius di atas 80 persen, sementara satu orang lainnya hanya mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim, membenarkan total korban tewas dalam insiden tersebut. Seluruh jenazah langsung dievakuasi oleh tim gabungan menuju RS Siti Aisyah Lubuklinggau untuk penanganan medis lebih lanjut.

“Ada 16 jenazah, yakni 14 di bus ALS dan 2 di truk tangki minyak. Korban meninggal terbakar semua,” ungkap AKP M Karim saat memberikan rincian kondisi korban di lapangan.

Mengenai identifikasi, pihak berwenang sejauh ini baru berhasil mengenali lima orang korban tewas.

Mereka adalah Alif selaku sopir bus ALS, dua penumpang bernama M Fadli dan Saf, serta sopir truk tangki bernama Yanto beserta kernetnya, Martini.

Mengingat kondisi jenazah yang rusak akibat api, belasan korban lainnya masih harus menunggu pemeriksaan mendalam.

“Sementara untuk identitas korban lainnya belum diketahui. Besok dicek di labfor, baru nanti dibuka dan dicek, mungkin akan dipanggil atau diumumkan ke keluarga,” tambah Karim, seperti dikutip dari Detik.

Terkait pemicu kecelakaan yang menghancurkan kedua kendaraan tersebut, dugaan kuat mengarah pada hilangnya kendali dari armada bus yang sedang melaju menuju arah Jambi.

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, menjelaskan bahwa faktor kelalaian manusia menjadi sorotan utama penyidik.

“Hilangnya kendali dari sopir bus, kemungkinan besar disebabkan oleh human error, meskipun kita lihat di TKP masih ada beberapa jalan yang berlubang,” jelas AKBP Rendy berdasarkan hasil analisis sementara.

Pernyataan tersebut didukung oleh keterangan kernet bus yang selamat. Ia bersaksi bahwa sopir bus sempat membanting kemudi ke arah kanan (jalur berlawanan) demi menghindari jalan yang berlubang.

Nahas, pada saat bersamaan, truk tangki melaju kencang dari arah depan sehingga benturan “adu banteng” tak dapat dihindari.

Guna mengungkap insiden ini secara komprehensif dan terang benderang, aparat kepolisian telah bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa proses investigasi tengah dilakukan secara menyeluruh oleh para ahli.

“Tim terpadu dari Ditlantas di bawah pimpinan Pak Dirlantas termasuk laboratorium forensik, TAA Laka, dan Jasa Raharja sudah di TKP untuk melaksanakan kegiatan olah TKP terpadu untuk mengungkap penyebab kecelakaan,” tegas Kombes Nandang.

Hingga berita ini diturunkan, area di sekitar lokasi kejadian masih terus disterilisasi oleh petugas untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas Lintas Sumatera yang sempat mengalami kelumpuhan total.