DPRD Palopo Pertanyakan Sederet Isu RSUD Sawerigading

PALOPO, Kapitanews.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo, mempertanyakan sederet isu terkait Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading.

Diantaranya, isu permintaan penyertaan modal oleh RSUD Sawerigading ke Pemerintah Kota Palopo sebesar Rp 29 miliar. Kedua, isu RSUD Sawerigading mengajukan pinjaman dalam bentuk penyediaan bunga bank senilai Rp 77 juta, serta sejumlah isu lainnya.

Keseluruh isu tersebut dipertanyakan langsung Anggota Komisi I DPRD Palopo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan management RSUD Sawerigading yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Sawerigading, Irsan Anugrah.

Wakil Ketua Komisi I, Nuraeny, juga ikut menanyakan kebenaran informasi defisit anggaran RSUD Sawerigading dan persoalan internal rumah sakit. “Apa sebenarnya persoalan rumah sakit saat ini, apa benar rumah sakit defisit sampai Rp 31 miliar,” tanya Legislator Partai Gerindra ini.

Plt Direktur Umum RSUD Sawerigading, Irsan Anugrah, menjelaskan isu terkait permintaan penyertaan modal itu tidak benar. “Saya sudah dapat panggilan dari Kejaksaan dan kami sudah jelaskan. Terkait pinjaman untuk pembayaran bunga bank, memang pada APBD pokok kemarin telah kami ajukan, karena sifatnya mengantisipasi keterlambatan pembayaran BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Namun menurut Irsan, sejak januari sampai saat ini, pihak BPJS Kesehatan aktif membayar klaim ke rumah sakit, sehingga pada pembahasan APBD Perubahan, pihaknya justeri meminta agar pinjaman untuk membayar bunga bank sebesar Rp 77 juta justru diminta untuk dihapuskan.

“Kemudian soal defisit Rp 31 miliar itu juga tidak benar. Jika kami defisit kami tidak akan batalkan permintaan pinjaman Rp 77 juta untuk bayar bunga bank. Justeru pada APBD Perubahan ini kami taksir ada penambahan PAD sebesar Rp17 miliar,” jelasnya.

“Jika defisit pasti kami kesulitan membayar insentif pegawai dan tentu pelayanan akan terganggu. Alhamdulilah, sejauh ini pelayanan kesehatan di RSUD Sawerigading berjalan baik dan lancar. Kami memang tahap recovery pasca pandemi dan itu dialami seluruh rumah sakit di Indonesia bahkan di dunia,” tambahnya.

Untuk diketahui, Irsan Anugrah baru saja atau 7 hari menjabat sebagai Direktur Umum RSUD Sawerigading. Sebelumnya dirinya dipercayakan menjabat sebagai Direktur Keuangan RSUD Sawerigading dan juga terlibat sebagai PPK di Rumah Sakit Umum dr Palemmai Tandi.

Anggota Komisi I Muhammad Mahdi, berharap, direksi RSUD Sawerigading, yang baru mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dari sebelumnya. “Pelayanan kesehatan harus lebih ditingkatkan, termasuk perbaikan manajemen di rumah sakit. Saya tidak katakan yang sebelumnya tidak bagus, namun perlu dilakukan peningkatan oleh manajemen yang baru saat ini,” kuncinya.