Foto : Tangkapan layar / screenshot video, kondisi di Karetan, Walmas, Kabupaten Luwu, pagi tadi.

LUWU, Kapitanews.com – Situasi mencekam kembali terjadi di wilayah Karetan, Kabupaten Luwu, sejak Jumat dini hari (24/4).

Bentrokan antar kelompok pecah dan berdampak luas, termasuk melumpuhkan jalur Trans-Sulawesi yang merupakan akses vital di kawasan tersebut.

banner 336x280

Dari informasi yang dihimpun sindosulsel.com, terlihat satu bangunan terbakar.

Namun, belum dapat dipastikan apakah bangunan tersebut merupakan rumah tinggal, bengkel, atau warung.

Selain itu, bentrokan kali ini juga dilaporkan menimbulkan korban luka. Korban diduga terkena senjata rakitan jenis papporo.

Sejumlah informasi yang beredar di media sosial menyebutkan korban tersebut diduga terluka akibat letusan senjata milik sendiri, meski hal ini belum terkonfirmasi secara resmi.

Bukan hanya itu, sejumlah gambar/foto yang beredar juga memperlihatkan beberapa korban luka terkena senjata rakitan jenis ketapel peluncur.

Aksi saling serang antar kelompok berlangsung hingga pagi hari dan menyebabkan ruas jalan nasional poros Walmas, Kabupaten Luwu, mengalami kemacetan total.

Jalur Trans-Sulawesi tidak dapat dilalui akibat adanya blokade yang dilakukan oleh massa.

Sejumlah kendaraan, mulai dari bus penumpang, truk logistik, hingga kendaraan pribadi, terpaksa berhenti dan tertahan di sepanjang jalur tersebut.

“Jalan raya tidak bisa dilalui. Kami memilih berhenti karena situasi sangat rawan,” ujar salah seorang pengguna jalan yang terjebak di lokasi.

Kondisi ini dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial, seperti TikTok, WhatsApp dan Facebook, memperlihatkan situasi di lapangan yang mencekam dan tidak kondusif.

Bentrokan ini diduga berkaitan dengan konflik lama yang belum terselesaikan.

Sebelumnya, insiden serupa terjadi sekitar satu bulan lalu dan menyebabkan korban jiwa.

Peristiwa tersebut diduga memicu aksi balasan yang berujung pada kembali pecahnya konflik.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pasalnya, jalur Trans-Sulawesi melalui wilayah Walmas merupakan akses utama yang menghubungkan Luwu, Palopo, dan Luwu Utara, sekaligus menjadi jalur distribusi barang, logistik, serta mobilitas warga di Sulawesi.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.

Sejumlah truk pengangkut kebutuhan pokok dilaporkan tertahan, sehingga berisiko mengganggu rantai distribusi dan pasokan bahan pangan.

Masyarakat berharap aparat keamanan dapat segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk mengendalikan situasi, sekaligus mencegah konflik serupa terulang kembali.

Selain penanganan di lapangan, penyelesaian konflik secara menyeluruh dinilai penting guna mengakhiri siklus kekerasan yang terus berulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang, baik dari Polres Luwu, Kodim 1403 Palopo, maupun Pemerintah Kabupaten Luwu, terkait jumlah korban maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *