Genjot Komoditas Ekspor, Bupati Luwu Apresiasi Kemandirian Petani Kembangkan Pala Ternate 1

LUWU, Kapitanews.com – Pemerintah Kabupaten Luwu terus menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan komoditas perkebunan unggulan daerah.

Hal tersebut terlihat saat Bupati Luwu, Patahudding, bersama Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Islamuddin, meninjau langsung lokasi pembibitan kakao dan pala di Desa Malela, Kecamatan Suli, pada Minggu (26/04/2026).

Peninjauan lapangan ini dilakukan guna melihat dari dekat proses pengelolaan dan pengembangan komoditas perkebunan yang digarap secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Setibanya di lokasi, rombongan pemerintah daerah tersebut disambut hangat oleh Arifin, selaku pemilik lahan pembibitan, yang kemudian memberikan penjelasan teknis mengenai jenis tanaman yang sedang dikembangkannya.

Dalam sesi dialog bersama jajaran pejabat daerah, Arifin memaparkan bahwa bibit kakao yang tersedia di lahannya merupakan jenis unggulan, yakni varietas BR25 dan MCC 02.

Ia menjelaskan bahwa bibit-bibit tersebut telah melewati proses sambung pucuk secara cermat, sehingga diyakini memiliki kualitas genetik yang unggul serta tingkat produktivitas yang jauh lebih baik.

Selain memfokuskan pada komoditas kakao, pembibitan tersebut rupanya juga membudidayakan tanaman pala jenis Ternate 1.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Luwu Patahudding memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kerja keras masyarakat dalam mengembangkan pembibitan tanaman perkebunan berkualitas secara swadaya.

Menurutnya, ketersediaan bibit unggul di tingkat petani menjadi salah satu kunci utama dalam mendongkrak kapasitas produksi, yang pada muaranya akan meningkatkan taraf kesejahteraan para petani itu sendiri.

“Kita mendorong pengembangan bibit unggul seperti ini agar dapat meningkatkan produktivitas kakao dan pala di Kabupaten Luwu,” ujar Patahudding di sela-sela kunjungannya.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah yang akan terus memberikan dukungan nyata terhadap kemajuan sektor pertanian dan perkebunan.

Bentuk dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga diwujudkan melalui program pembinaan dan pendampingan teknis yang berkelanjutan kepada para petani di lapangan.

Kehadiran program-program strategis dari pemerintah dan kemandirian petani ini diharapkan dapat semakin memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu pilar penopang ekonomi kerakyatan, sekaligus mendorong lonjakan produksi komoditas unggulan daerah di pasar nasional.