“Alhamdulillah geliat investasi di PT Masmindo dan juga PT BMS memberi kontribusi atas naiknya penerimaan BPHTB,” kata Andi Palanggi.
Target BPHTB di APBD Pokok awalnya Rp5,2 miliar. Namun penerimaan BPHTB melonjak drastis hingga mencapai Rp16,3 miliar sehingga di pembahasan APBD Perubahan tahun 2023 target penerimaan BPHTB dinaikkan menjadi
Rp17,5 miliar.
“Besarnya pemasukan BPHTB tersebut adalah kontribusi dari aktivitas kegiatan kompensasi lahan yang dikelola masyarakat dari pihak Masmindo dimana pemasukannya mencapai Rp 13 miliar,” sebutnya.
Kepala Bapenda Luwu, menambahkan, jika setiap pengalihan hak atas tanah memang harus dikenakan BPHTB. Pemasukan BPHTB juga ada dari pembebasan lahan dari PT BMS sekitar Rp 300 juta lebih.
“Pemasukan pajak daerah juga diperoleh dari PBB-P2 dimana kita targetkan Rp 9,2 miliar dan hasilnya cukup bagus sehingga target penerimaan PB-P2 kita naikkan menjadi Rp10 miliar,” tambah Palanggi.
Baca juga berita di Google News
