PALOPO, Kapitanews.id — Pembangunan jembatan darurat yang dilakukan oleh pihak Balai Sungai dan Jembatan Provinsi Sulawesi Selatan, telah rampung 50 persen. Senin (24/10/22).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Said saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pembangunan jembatan masih sementara dilakukan dan untuk saat ini sudah rampung 50 persen.

“Saat ini sudah rampung 50 persen, semoga ini dapat diselesaikan secepatnya dan dapat digunakan oleh para pengendara,” ujarnya.

Muhammad Said menambahkan, “Pembangunan jembatan darurat ini ditargetkan dapat rampung 100 persen minggu ini dengan durasi waktu kerja selama 7 sampai 10 hari kerja.”

“Kita target pengerjaan 10 hari, dengan lebar 4.2 dan panjang 5 meter, semoga kondisi cuaca mendukung agar proses kerja yang kita lakukan tak ada kendala,” harapnya.

Namun, terkait persoalan berapa biaya yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan darurat tersebut hingga saat ini PPK Balai Muhammad Said enggan memberikan jawaban kepada wartawan.