Tinjau Smelter Nikel di Bua, Jusuf Kalla : Nopember Sudah Operasi

Kedua kata JK, pihaknya menghindari kekayaan alam Indonesia semua lari keluar, harus dikelolah sendiri dengan melibatkan putra daerah. Hadirnya smelter PT BMS yang mempekerjakan 70 persen tenaga kerja lokal Kabupaten Luwu dan 90 persen tenaga kerja Indonesia membuktikan Indonesia mampu membuat satu industri, meski ada beberapa yang memang masih bekerjasama dan menggunakan teknologi luar negeri.

“Di sini dekat dengan Kolaka, daripada dijual ke daerah lain dengan waktu tempuh yang lama, tapi kesini (smelter di Bua.red) 5 jam sampai, jadi itu memperpendek sistem logistiknya. Nanti lagi timbul industri-industri berbasis nikel di sini, kita terbuka kepada semua orang, kepada masyarakat,” sebutnya.

banner 336x280

Mendampingi JK, Suhaeli Kalla, menambahkan ditargetkan PT BMS dua bulan lagi, tepatnya nopember pabrik satu akan beroperasi. “Kita usahakan pabrik satu bisa operasi nopember,” tambahnya. Kalla Group sendiri kata JK, menanamkan investasi sebesar Rp3,2 triliun untuk pembangunan smelter di Luwu.

“Kira-kita Rp3,2 triliun, hanya untuk dia punya pabrik, belum ditambah pembangkit listrik dari Toraja green energi. Di sinilah yang paling lengkap di seluruh Indonesia. PLTA green energi, prosesnya juga, ini cocok untuk kemajuan Indonesia dan bersih, tidak ada cerobong asap,” kuncinya.

Baca juga berita di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *