Kasus DBD Meningkat, Satu Warga Luwu Meninggal

BELOPA, Kapitanews.id – Kasus DBD meningkat di Kabupaten. Dikabarkan satu warga di Kecamatan Suli Barat meninggal karena DBD setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, merilis data jumlah kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Luwu januari hingga september 35 kasus.

“Januari sampai agustus ada 32 kasus, khusus september bulan ini sudah 3 kasus. Kami melihat ada tren peningkatan. Olehnya itu, kami imbau warga selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” ujar Mila, staf data penyakit DBD Dinas Kesehatan Luwu, rabu, (14/9/2022).

Meski disampaikan Mila, kasus DBD di Luwu juga sebagian besar adalah kasus impor, seperti dari Kota Makassar dan Kota Palopo. “Ada beberapa merupakan DBD kasus impor, artinya penderita terjangkit dari luar kemudian pulang ke Luwu untuk mendapat perawatan,” kata Mila.

“Ada kasus orang Luwu yang kerja di Makassar, pulang ke Luwu berobat, ada juga mahasiswa kuliah di Palopo, kembali ke Luwu berobat,” lanjutnya.

Untuk kasus meninggal di Suli Barat terjadi pada bulan April. Hingga saat ini, tercatat 6 kasus BDB di Suli Barat tersebar di beberapa dusun.

Dinas Kesehatan sendiri bekerjasama pemerintah kecamatan dan desa setempat telah melakukan sosialisasi bahaya BDB dan cara penanganannya. Selain itu, Suli Barat juga telah dilakukan fogging guna membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti pembawa virus DBD.

Berikut beberapa daerah yang perlu diwaspadai adanya penyakit DBD, Kecamatan Suli Barat sudah 6 kasus, Kecamatan Belopa Utara 5 kasus, Desa Langkidi Kecamatan Bajo 3 kasus, Kecamatan Bua dan beberapa daerah di Walmas.

Jentik nyamuk Aedes aegypti tidak hanya berkembang biak di air bersih yang tidak bersentuhan dengan tana. Penemuan terbaru, Aedes aegypti juga mampu bekembang biak di air tenang meski bersentuhan dengan tanah.