PALOPO, Kapitanews.id – Belum hilang trauma dan duka warga yang rumahnya terdampak banjir sabtu pekan lalu di Kota Palopo. Kini mereka kembali menelan pil pahit akan ancaman gagal panen.
Petani di Kelurahan Salubattang, Kota Palopo, berkeluh kesah kaitan kondisi padi mereka. Mestinya, bulan oktober dan november mendatang sudah memasuki musim panen, terpaksa mereka gigit jari akibat banjir yang merusak area persawahan petani.
Kepada Kapitanews.id, M Habil Kasim, petani di Kelurahan Salubattang, memiliki area persawahan seluas 1/2 hektare terancam gagal panen. Tanaman padi di persawahannya masih sementara proses ambil buah namun sudah tergenang air.
“Kalau kondisi seperti ini terus kami sebagai petani apa boleh buat mungkin takdirnya sudah seperti itu,” ujarnya dengan nada pasrah dan raut wajah sedih dengan sedikit menunduk.
Ia dan petani di Salubattang, berharap Dinas Pertanian Kota Palopo, memberikan solusi bagi mereka, apa lagi, usai panen bulan oktober dan nopember, kembali akan memasuki masa tanam.
“Kita mau tanam apa, panen ini saja sulit kita mau katakan ada yang bisa kita jual. Kami berharap pemerintah memberikan melihat jangka waktu waktu untuk musim tanam dan panen kembali, ketersediaan beras warga pasti berkurang dan kemungkinan terbesar harus membeli beras untuk menunggu musim panen berikutnya,” ujarnya.
Lurah Salubattang, Saiman, saat ditemui di kantornya memperkirakan 80 persen lahan pertanian di Salubattang terdampak banjir sehingga diprediksi akan gagal panen.
“Melihat kondisinya, sekitar 80 persen petani kami yang terdampak banjir akan mengalami gagal panen,” kata Lurah Salubattang, Saiman. Senin (17/10/2022).
Kondisi tanaman padi warga yang terancam gagal panen dikarenakan tiga kali dihantam banjir, bukan hanya tergenang tapi luapan air sungai Salubattang menutupi hingga atas permukaan tanaman.
“Harusnya bulan ini sudah panen, sudah ada yang menguning, tapi kalau kondisinya terus-terusan terendam air, dipenuhi sampah dan lumpur, sehingga hasilnya pasti tidak akan maksimal dan bulir padi pasti akan rusak,” imbuh Saiman.
Pasca banjir di Kota Palopo pekan lalu, ratusan hektar sawah yang ada di Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo. Terancam gagal panen.
