Kompak dan Putra Walmas Kembali Ingatkan DPRD Luwu Soal Luteng

LUWU, Kapitanews.id – Komite Pembentukan DOB Kabupaten Luwu Tengah (Kompak) bersama sejumlah putera dan puteri Walenrang dan Lamasi (Walmas) kembali mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Luwu, jumat, (30/9/2022) siang tadi.

Mereka kembali mengingatkan DPRD Luwu agar bersama-sama Kompak dan Pemerinta Kabupaten Luwu untuk lebih serius mengawal pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah ( Walmas).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Kompak, Listan, menyerahkan kembali kelengkapan berkas atau arsip pemekaran DOB Kabupaten Luwu Tengah kepada DPRD Luwu yang diterima langsung Ketua DPRD, Rusli Sunali.

Pertemuan ini juga dihadiri Ketua Komisi I Erwin Barabba yang tidak lain anggota DPRD perwakilan Walmas, Sekretaris Komisi I Andi Muhammad Arfan Basmin. Selain itu, hadir pula Syamsul Alam, Hafidah Rauf Basuri, Anggota DPRD Dapil Walmas, dan Camat dari Walmas.

Listan, menyampaikan berkas DOB Luwu Tengah sudah yang kesekian kalinya diserahkan ke DPRD Luwu. Sudah sering, ini sifatnya penguatan kembali. Keputusan DPRD Luwu sudah keluar sejak lama, cuman DOB perlu dikawal sampai terwujudnya Kabupaten Luwu Tengah,” ujarnya kepada Kapitanews.id dalam pesan WA.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Luwu, Erwin Barabba, selaku putra Walmas juga mengatakan dengan tegas bahwa pemekaran Luwu Tengah adalah prioritas karena itu keinginan masyarakat, bukan hanya dari Walmas tetapi seluruh masyarakat Tana Luwu.

“Saya secara pribadi dan selaku Ketua Komisi I sangat berharap pemekaran Luwu Tengah ini menjadi skala prioritas dan sekiranya pihak eksekutif dalam hal ini Bapak Bupati Luwu merestui kemauan masyarakat Luwu pada umumnya, dan masyarakat Walenrang, Lamasi pada khususnya, karena sebuah keharusan yang memang diharapkan oleh masyarakat Luwu Raya pada umumnya,” tutupnya.

Sekretaris Komisi I, Andi Muhammad Arfan Basmin, mengatakan dirinya menyatakan sikap mendukung suara rakyat dan wajib untuk diperjuangkan. “Kita bukan mau berpisah dari NKRI, kita hanya ingin kehidupan yang lebih baik dan pelayanan semakin dekat,” jelasnya.

Arfan menambahkan, pemekaran Luwu Tengah adalah tanggung jawab bersama dan harus terealisasi karena menyangkut kesejahteraan masyarakat di Walmas bahkan Tana Luwu secara umum. “Tentu ini menjadi tanggung jawab bersama dan harus diseriusi agar pemekaran Luwu Tengah bisa betul betul terealisasi,” tutupnya.