“Kompetensi ini biasa disebut kompetensi kepemimpinan melayani bukan dilayani yang pada akhirnya melahirkan akuntabilitas jabatan. PKP ini merupakan starting point strategis untuk mengembangkan sikap optimis para ASN. Secara individu ASN dituntut untuk memperbaharui wawasan, ilmu pengetahuan dan keterampilan demi melaksanakan pengabdian di tengah perubahan kondisi dunia yang begitu cepat berkembang,” lanjutnya.
Sekda Luwu berharap dengan inovasi yang diciptakan pelatihan kepemimpinan pengawas ini dapat mencapai pelayanan masyarakat yang profesional, berintegritas tinggi, optimis dalam bekerja, kreatif dan inovatif, serta menciptakan pelayanan yang amanah yang semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah untuk mewujudkan Kabupaten Luwu yang maju, sejahtera dan mandiri dalam nuansa religi.
Inovasi yang diciptakan selalu memperhatikan berbagai aspek dalam pemecahan masalah, keberlanjutan inovasi harus terus dipantau dan dievaluasi agar dilakukan penyempurnaan dalam pemecahan masalah.
Selanjutnya inovasi-inovasi tersebut bukan sekedar kepentingan peserta semata, tetapi dapat menularkan virus-virus inovasi pada bidang lainnya, khususnya dalam pelaksanaan tugas sebagai pelayan publik, sehingga mampu berkontribusi dalam pencapaian visi-misi pemerintah Kabupaten Luwu.
