PALOPO, Kapitanews.id – Beberapa minggu yang lalu terjadi peristiwa putusnya Jembatan Rampoang yang menjadi penghubung antar berbagai kabupaten maupun provinsi.

Peristiwa putusnya Jembatan Rampoang tersebut membuat semua kendaraan dialihkan melalui jalan alternatif Rampoang tembus ke Perumnas begitu pula sebaliknya.

Pengalihan arus lalu lintas tersebut membuat jalan yang dijadikan jalur alternatif mengalami kerusakan yang cukup parah karena kendaraan berat, hal tersebut memberikan reaksi atau keluhan dari masyarakat sekitar atas kondisi jalan alternatif yang menyisakan lubang dan debu.

Atas kerusakan jalan tersebut salah seorang warga bernama Abdi mengeluh kepada wartawan Kapitanews.id tentang kondisi jalan yang tidak kunjung mengalami perbaikan, lubang di berbagai titik serta debu jalanan yang disebabkan oleh kendaraan yang melintas, Minggu (13/11/2022).

“Pemerintah tidak na-perhatikan jalan alternatif yang terlihat sudah berlubang, banyak debu-debu jalanan, harusnya itu dapat perhatian karena jalannya sampai sekarang masih digunakan sebagai jalan alternatif walaupun sudah rampung jembatan alternatifnya,” ucap Abdi dengan nada kesal.

Sementara itu, masyarakat berharap agar kiranya pemerintah atau instansi terkait memberikan solusi atas rusaknya jalan alternatif saat ini karena jalan tersebut sering dilalui oleh masyarakat setempat.

“Agar kiranya dengan kondisi jalan sekarang yang rusak pihak pemerintah bisa memperbaiki atau memperhatikan jalan tersebut karena selain sebagai jalan alternatif tetapi juga sering dilalui oleh masyarakat sekitar,” harap Abdi.

Lebih lanjut selain keluhan tentang jalan yang berlubang masyarakat sekitar juga mengeluhkan debu-debu jalan yang disebabkan oleh kendaraan yang melintas, yang bisa saja menimbulkan berbagai macam penyakit.

“Ini juga debunya bisa menyebabkan masyarakat sekitar atau orang yang melintas sesak napas,” tutup Abdi.