Sebagai penutup presentasinya, Bustanul yang juga Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung (Unila) ini menyampaikan rekomendasi perubahan kebijakan ketahanan pangan kedepannya.
Pertama disebutkan Bustanul Arifin, antisipasi krisis pangan global dapat dimulai dari peningkatan kemandirian pangan, hingga pengembangan pangan lokal. Peningkatan produksi dan produktivitas, perbaikan kualitas input, ketepatan subsidi dan stabilitas harga.
Kedua, percepatan perubahan teknologi, melalui perbaikan R&D, penyempurnaan ekosistem inovasi, perbaikan TFP (Total Factor Productivity), kerjasama quadruple helix ABGC. Tiga, pembangunan pertanian tangguh, climate – smart, bioteknologi modern, pertanian presisi, digitalisasi rantai nilai, kontribusi penanganan stunting.
Keempat, sistem rantai nilai digital memerlukan tokoh champion yang mampu merajut network, menghubungkan stakeholders dalam inclusive closed loop system dan terakhir, jangka panjang, yakni investasi modal manusia melalui trisula pendidikan, pelatihan, penyuluhan pertanian untuk mencapai kesejahteraan petani.
Diketahui, peserta Munas II Himpunan Alumni Sekolah Bisnis-IPB merupakan alumni dari program studi S1, S2, dan S3 SB IPB. Dalam kegiatan ini juga menghasilkan keputusan terpilihnya Irvandi Gustari sebagai Ketua Umum DPP Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB (HA SB – IPB) periode 2022-2026.
Irvandi menggantikan Rudy Irawan yang merupakan ketua umum HA SB – IPB yang pertama yang dianggap telah sukses meletakkan dan membangun pondasi organisasi tersebut. Rudy Irawan berpesan agar kepengurusan selanjutnya dapat mempertahankan pencapaian dan dapat berakselerasi.
“Di masa yang serba tidak pasti ini kita harus bisa berakselerasi dengan vision, understanding, clarity, dan agility,” pesannya.
