LUWU, Kapitanews.id – Nurhan Tabau (NTB) yang lahir di Larompong, memulai silaturrahim di Desa Bonelemo sebagai kampung leluhurnya. Kegiatan yang dilakukan yang di Inisiasi oleh keluarga dan kerabat di Bonelemo ini dihadiri oleh lebih 100 orang keluarga dekatnya.
Nurhan Tabau menyampaikan banyak terimakasih kepada pihak keluarga karena sudah diingatkan untuk memulai doa bersama di tanah leluhurnya.
“Tadi malam sebelum hadir disini, saya sempat ragu, tidak akan mendapat banyak senyuman dan pelukan hangat para keluargaku di sini, karena saya lahir di Larompong, TK SD, SMP di Laromong, SMA dan S1 di Makassar, lalu S2 dan S3 di IPB Bogor, orang tua, tomaka, dan rumpun keluarga pasti banyak yang belum mengenal saya, tapi ternyata kenyataannya lain, pelukan dan sambutan yang luar biasa dari keluarga semua yang begitu hangat, semakin menambah keyakinan saya bahwa saya sudah mengambil langkah yang tepat memulai doa dan silaturrahim di tanah leluhur saya,” ujar Nurhan Tabau.
“Tapi juga disepanjang perjalanan sampai ke Desa Bonelemo ini, saya juga sangat sedih, yang hadir terus dalam pikiran saya, almarhum ayah saya, kakek saya, nenek saya, bapak saya, dan ibu saya lahir ditempat ini. Dari semua ini Alhamdulillah ibu saya masih diberi umur yang panjang, masih diberi kesempatan melihat anaknya berjuang untuk memberi manfaat bagi banyak orang, bagi masyarakat luas, khususnya di kampung yang saya cintai ini,” sebutnya.
Sementara itu, ia menilai bahwa almarhum kakek, nenek dan ayahnya sedang menyaksikan dari jauh, cucunya, anaknya, yang sedang berjuang di tanah leluhurnya.
“Saya memulai hajatan ini dengan seikhlas ikhlas sebagai ibadah, dan saya Insya Allah akan mengakhirinya dengan membuat bangga kepada keluargaku semua. Yang terpenting adalah berbuat banyak kebaikan, karena bagi saya tingkat keterpilihan saya nantinya adalah akumulasi dari kebaikan-kebaikan, akumulasi dari manfaat-manfaat yang saya berikan tentunya bersama sama keluarga semua dan tim,” harapnya.
Ia juga menyampaikan kegiatan ini merupakan pertemuan bersama semua keluarga yang dicintainya dan akan terus mengelilingi Sulawesi Selatan III ini selama 7 bulan ke depan.
Sementara itu, mewakili Tomaka Bonelemo, Aminullah dalam sambutannya mengingatkan rumpun keluarga agar menempatkan proses perjuangan NTB bukanlah perjuangan yang mudah.
“Ini niat besar, adek Nurhan ini mewakili keluarga kita punya cita-cita besar untuk memberi manfaat yang luas untuk banyak orang, untuk masyarakat luas, kita mesti membantu niat tulus adek kita ini, kita mulai dari lingkungan terkecil kita, Insya Allah akan membesar lebih luas kepada masyarakat. Saya tahu adik saya ini akan fokus mendorong pensejahteraan masyarakat kita semua, saya selalu mengikuti rekam jejaknya, mammesa ki, na dibantu te’ ading ta sola ngasang.” tutupnya.
Salah seorang tokoh masyarakat, Rasyid yang dituakan di Bonelemo juga menyampaikan, dalam sambutannya bahwa, Nurhan Tabau ini lahir di Larompong, yang ia ingat nama kecilnya di panggil Bau.
“Hari ini kita bertemu ternyata sudah besar, saya gendong gendong dia waktu masih kecil, sekarang dia sudah besar, saya tahu persis kakek, nenek dan buyutnya, kami semua ini dari leluhur paling tuanya Sangngalla, disanalah leluhur kami bermula, semoga anakdaku ini selalu diberikan kesehatan, dijaga niat baiknya, diberi keberhasilan atas keikhlasan membantu banyak orang dan masyarakat,” tutupnya.
