Kabag Ekonomi, Hj Irmawaty, menyebutkan satu paket sembako ini berisi 2 kilogram gula pasir, 2 liter minyak goreng dan 2 kaleng susu. “Kita akan pertimbangkan untuk menambah beras dalam paket ini,” ujarnya.
Nilai satu paket sembako murah kata Kabag Ekonomi, sebesar Rp100 ribu namun oleh Pemkab Luwu, memberikan subsidi 30 persen sehingga dijual ke masyarakat dibawah harga standar.
“Harga normal barang dalam satu paket Rp100 ribu, namun kita subsidi 30 persen sehingga kita jual hanya Rp70 ribu. Harga barang Rp70 ribu ini kemudian kita putar lagi dan kita jual lagi,” kuncinya.
Pemkab Luwu melalui, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mengantisipasi ancaman inflasi hingga ke daerah. Selain pasar murah, kegiatan lain telah dijalankan berupa menyerahkan bantuan ke masyarakat melalui OPD teknis terkait.
