OPINI, Kapitanews.id – Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilma) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut IAIN Palopo merupakan agenda yang rutin tiap tahunnya yang di laksanakan di kampus IAIN Palopo. Pemilma DEMA Institut IAIN Palopo merupakan pesta demokrasi terakbar yang di selenggarakan oleh KPM (Komisi Pemilihan Mahasiswa) yang merupakan ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam hal berpolitik serta ruang aktualisasi dalam realisasi demokrasi.

Euforia menyambut pesta demokrasi yang seharusnya disambut dengan sukaria menjelma menjadi duka cita, duka dari gagalnya pemangku sistem yang ada pada saat ini dalam mengelola jalannya pemilma yang demokratis.

Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) yang kurang jeli dalam melihat situasi sehingga gagal mengambil langkah/metode yang tepat dalam melaksanakan pemilma sebagaimana mestinya adalah faktor utama yang harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, kejadian ini hampir terulang setiap Pemilma dilaksanakan. semestinya ada trobosan yang efektif dengan mempertimbangkan beberapa hal fundamen, dengan memaksimalkan dana yang digelontorkan sebagai biaya akomodasi pemilma.

Di sisi lain, kegagalan KPM juga akibat dari kegagalan Senat Mahasiswa (SEMA) dalam merekrut anggota KPM yang kompeten dan mumpuni sebagai tenaga ahli yang melaksanakan Pemilma di kampus IAIN Palopo.

Terlepas dari pekerjaan rumah (PR) yang di hadapi KPM saat ini, kami menginginkan BEM-I tetap ada sebagai wujud kesempurnaan struktur organisasi, dan melalui tulisan ini, saya mengajak seluruh elemen untuk kolektif dalam mewujudkan konsep ideal tersebut. Sudah waktunya kita berpikir secara logis, sebagaimana intelektual pada mestinya.