Pemkab Luwu Tingkatkan Kompetensi Kepala Sekolah Melalui Bimtek Kurikulum Merdeka

LUWU, Kapitanews.com – Bekerjasama dengan PT Putri Dewani Mandiri, Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar Berbasis Inovasi.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Arya Duta Makassar, Sabtu malam (5/10/2024).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Pallanggi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) merupakan salah satu program prioritas lintas unit, khususnya di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Diharapkan, IKM ini mampu mengatasi krisis belajar dengan meningkatkan kualitas pembelajaran untuk semua peserta didik. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk pelajar yang kompeten dan berkarakter melalui transformasi pembelajaran,” ujarnya, Minggu (06/10/2024).

Andi Pallanggi menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2024-2025, jenjang pendidikan SD dan SMP di Kabupaten Luwu telah mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, meskipun masih ada tantangan dalam beberapa aspek di satuan pendidikan.

“Tantangan utama yang kita hadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah keterbatasan sarana dan prasarana, digitalisasi, serta kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Meski demikian, Andi Pallanggi mengapresiasi semangat seluruh kepala sekolah yang telah berupaya memimpin perubahan di satuan pendidikan.

Sebagai pemimpin pembelajaran, kepala sekolah memiliki peran penting dalam mendampingi para guru untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

“Kepala sekolah juga harus memiliki kompetensi manajerial yang baik, mengingat sumber daya di satuan pendidikan harus dikelola secara efektif dan efisien,” tambahnya.

Andi Pallanggi menyatakan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensinya.

Ia juga menginstruksikan agar kepala sekolah mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui APBD Tahun Anggaran 2025, sehingga dana BOSP dapat difokuskan untuk pengembangan peserta didik.

“Saya juga mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada PT Putri Dewani Mandiri atas penyelenggaraan kegiatan ini. Diharapkan, para peserta Bimtek dapat mengikuti dengan baik sehingga hasilnya bisa diterapkan di satuan pendidikan masing-masing,” tutupnya.

Dewan Penasehat PT Putri Dewani Mandiri, Prof. Dr. Syahrir Mallongi, juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Luwu atas kerjasamanya dalam upaya meningkatkan kreativitas guru.

Sebanyak 158 kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP di Kabupaten Luwu mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari 68 kepala sekolah SMP, 83 kepala sekolah SD, dan 7 koordinator wilayah.