PALOPO, Kapitanews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) sukses menyelenggarakan ajang bergengsi Grand Final Pemilihan Duta Anak tingkat kota.
Malam puncak penganugerahan bagi generasi muda inspiratif tersebut dilangsungkan secara meriah di Aula Ratona, Kantor Wali Kota Palopo, pada Sabtu (16/05/2026).
Mewakili Wali Kota Palopo, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Zulkifli Halid, hadir secara langsung untuk memberikan arahan sekaligus membuka perhelatan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia pelaksana kegiatan, Auryn Nathania Tokada, memaparkan bahwa agenda tahunan ini dirancang khusus untuk mendongkrak kesadaran seluruh elemen masyarakat mengenai betapa pentingnya pemenuhan serta perlindungan hak anak, terkhusus di lingkup Kota Palopo.
Saat membacakan sambutan tertulis dari Wali Kota, Zulkifli Halid menegaskan bahwa Pemilihan Duta Anak bukanlah sekadar ajang seremonial belaka.
Kegiatan ini merupakan wadah strategis untuk mencari figur anak berprestasi yang kelak akan bertindak sebagai pelopor dan perwakilan aspirasi daerah, baik untuk kancah provinsi maupun hingga ke tingkat nasional.
“Tujuan utama dari penyelenggaraan kompetisi ini adalah untuk melatih sekaligus mengembangkan jiwa kepemimpinan anak sejak dini. Mereka dididik untuk memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni, mampu mengadvokasi perlindungan hak-hak anak, serta menjadi corong kampanye positif di tengah masyarakat,” jelas Zulkifli Halid di hadapan para peserta.
Penyelenggaraan pemilihan pada tahun ini mengusung sebuah tema filosofis yang sangat mendalam, yakni “Satu Langkah, Seribu Mimpi Cahaya Masa Depan”.
Zulkifli menjabarkan bahwa kalimat “Satu Langkah” merepresentasikan sebuah keberanian fundamental bagi seorang anak untuk memulai sebuah kontribusi nyata.
Keberanian untuk tampil dan belajar dari tindakan kecil tersebut diyakini akan menjadi awal mula terjadinya sebuah perubahan yang besar.
Sementara itu, frasa “Seribu Mimpi” menggambarkan luasnya cakrawala harapan, cita-cita, serta potensi tanpa batas yang terpendam di dalam diri setiap anak.
Zulkifli menyebutkan, seorang figur duta anak dituntut mampu menebarkan inspirasi agar rekan-rekan sebayanya berani memelihara mimpi yang tinggi dan terus mengasah bakat mereka.
Pada akhirnya, generasi gemilang inilah yang akan menjadi “Cahaya Masa Depan” sebagai penerang dan ujung tombak kemajuan bangsa.
Semarak acara malam puncak ini turut dihadiri oleh jajaran penting pemerintahan daerah dan organisasi kepemudaan.
Tampak hadir Kepala DP3AP2KB Kota Palopo, sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, delegasi Forum Anak se-Kabupaten/Kota, hingga para duta dan anggota Forum GenRe (Generasi Berencana) Kota Palopo beserta tamu undangan lainnya.
