Dijelaskan, dengan menggunakan metode kultur jaringan, jutaan pohon bisa kita peroleh dari situ, tapi dengan metode ini, metode PIF, sepuluh sampai dua puluh pohon bisa kita ambil dari situ, satu bonggol pisang tadi.
Menurutnya, apapun yang kita tanam, masyarakat harus diajari produksi apapun. “Jadi jangan biarkan lahan itu kosong. Sayang itu lahan dibiarkan kosong. Apa bedanya orang Amerika sama kita, sama-sama kita badannya kurang lebih sama, bedanya, aset mereka bekerja, jadi hampir tidak ada lahan kosong yang dibiarkan tanpa produksi,” ungkapnya.
“Di Sulsel ini kita punya lahan 7 juta (hektar) dan masih ada 2 juta lebih (hektar) yang tidak ada isinya, tidak produktif, ada hasilnya pohon-pohon dan rumput tapi tidak menghasilkan untuk kehidupan masyarakat kita. Kalau lahan ini kita manfaatkan untuk kita tanami apa saja, In Shaa Allah, akan mendatangkan kemaslahatan untuk masyarakat kita. Yang kita lakukan ini sebenarnya adalah sesuatu yang sudah ada di masyarakat, tinggal di ubah, di revitalisasi supaya menjadi sesuatu yang menghasilkan,” lanjutnya.
Baca juga berita di Google News
