LUWU UTARA, Kapitanews.id – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat lakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Luwu Utara, Senin (03/04/2023).
Demonstrasi tersebut, sebagai sikap mahasiswa dan para pemuda terhadap kasus ibu hamil (Eva) asal Seko yang beberapa waktu lalu meninggal dunia bersama dengan calon bayinya saat tiba di RS Andi Djemma Masamba.
Dalam perjalanan menuju ke RS, para kerabat dan warga sekampungnya pada waktu itu, hanya menandu Eva menggunakan bahan bambu dan sarung selama 17 jam.
Sekaitan dengan hal tersebut, Ketua LMND Kota Palopo, Adri Fadli menyebutkan bahwa, kematian sang ibu bersama anaknya yang masih dalam kandungannya itu adalah salah satu dampak yang dihadirkan oleh buruknya akses kendaraan dan juga Fasilitas Kesehatan (Fakes) di sepanjang kampung Eva yakni di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara.
“Adapun beberapa tuntutan diantaranya, sekaitan dengan fasilitas kesehatan yang tidak memadai di seko dan yang kedua adalah infrastruktur jalan yang kemudian termasuk sebagai indikator sehingga meninggalnya ibu Eva,” kata Adri.
“Yang ketiga, kita menginginkan kepada pihak pemerintah daerah agar bagaimana bisa memprioritaskan daerah-daerah terisolir dalam hal pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan dan juga pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, aksi yang digelar oleh para pengunjuk rasa ini, dilakukan di dua titik yakni Perempatan Lampu Merah dekat Bandara Andi Djemma Masamba dan juga depan Kantor DPRD Kabupaten Luwu Utara.
“Untuk fokusnya, bukan hanya Kecamatan Seko namun juga Rampi dan juga Kecamatan Rongkong, karena wilayah-wilayah tersebut termasuk daerah terisolir,” ucap Adri.
“Dibeberapa waktu lalu, kita juga telah melakukan aksi demonstrasi yang kami sebut sebagai jilid pertama akan tetapi pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dinas terkait maupun bupati tidak hadir pada saat itu,” lanjutnya.
Olehnya itu, ia menyatakan, bersama dengan pihaknya kembali melakukan unjuk rasa sebagai bentuk konsistennya terhadap pengawalan poin-poin yang menjadi tuntutannya.
“Melalui gerakan ini, setidaknya pihak DPRD Luwu Utara dapat hadir sebagai fasilitator dalam mempertemukan seluruh dinas terkait dan juga menghadirkan Bupati Luwu Utara untuk mendengarkan langsung tuntutan yang kami bawakan,” tutur Ketua Umum LMND Kota Palopo ini.
Namun, karena bupati tak kunjung menemui para pengunjuk rasa tersebut, Adri Fadhli menegaskan bahwa, dirinya bersama pihaknya akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan massa yang lebih banyak.
“Kalau aksi kali ini kembali tidak mendapatkan titik temu, kami akan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar juga menggalang seluruh kekuatan sehingga aksi kami akan berjilid-jilid kedepannya,” kuncinya.
Diketahui, seluruh massa aksi yang tergabung pada Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Jilid II ini, berasal dari beberapa organisasi kedaerahan dan juga cipayung.
