Sementara itu, Ketua Bidang Pecegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Luwu Timur, Andi Burhan sedikit memberikan gambaran terkait apa itu Mitigasi Bencana, apa yang perlu dilakukan ketika nantinya terjadi gempa serta Andi Burhan juga mengungkapkan bahwa di Sulawesi Selatan sendiri memiliki 9 sesar atau patahan dan 6 sesar atau patahan berada di Luwu Timur.
“Pengertian dari mitigasi adalah pengurangan resiko terjadinya bencana, pada sosialisasi ini bapak dan ibu akan diberikan pemahaman terkait apa yang nantinya perlu dilakukan saat terjadi bencana karena di Sulawesi Selatan sendiri memiliki 9 sesar dan 6 sesar atau patahan ada di Luwu Timur oleh karena itu Kabupaten Luwu Timur sering terdampak gempa,” jelas Andi Burhan.
Andi Burhan juga berpesan kepada masyarakat Desa Solo agar kiranya pada saat terjadi sebuah bencana agar tidak panik lalu berlindung di bawah meja yang kuat serta menganjurkan untuk menyiapkan satu tas berisi surat – surat penting sehingga tidak membuang waktu lama berada dalam ruangan.
Selain itu, Denny Franklin De’e yang bertindak sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut mengajak semua elemen masyarakat berkomitmen dalam menimalisir terjadinya bencana.
“Tidak hanya pemerintah saja semua elemen masyarakat harus bersama sama bekerja sama dalam mencegah atau menimalisir terjadinya bencana,” harap Denny.
Diakhir materi Denny memberikan masukan kepada Pemerintah Desa Solo agar membuat jalur evakuasi dalam mengantisipasi jika terjadi bencana di Desa Solo.
