Sajak-Sajak Alvin Shul Vatrick

WÈLENRÈNG

Engkau
Pohon kayu dewa
Bergalih di bukit emas
Rindang meneduhi Marangkutu

banner 336x280

Engkau menjadi pelakon
dari sebuah kisah percintaan sang manusia jelmaan dewa
yang harus meninggalkan semua
sebab cinta terkandas di putih darah
melahirkan sumpahnya

Wèlenrèng
tumpuan
harapan
Sawerigading
melayari
perempuan
idamannya

Hati lebam memeram dibawanya berlayar
melewati malam-malam penuh candu rindu
kepada yang kala itu masih entah
berbekal seheai rambut, selingkar cincin,
selingkar gelang seuntai kalung, sebuah hiasan kuku

“Oh, tulingngi matu lappa adakku
aju bèttao bèttawangngè
Peppakamennyang mpulioè
naiya ritu kupaddenginna bannapatimmu
kupaggangkamu ri tettongemu
maturubèla muwa ki ritu Wèlenrèngngè
iyo maggangka ri tettongemmu
iya mpokori lipu malaka ri wekkerekku
talliuri wi alebbireku mai ri Luwu
kutonangio sompek ri Cinna
tessangkalangeng kutakkadapi ri Alècinna!”

Wèlenrèng lahir bersamanya
Wèlenrèng memberi janji
Wèlenrèng memberi harapan
Wèlenrèng mengakhiri hidup
Wèlenrèng menjadi perahu
Wèlenrèng pohon kayu dewa

(Tana Luwu, Januari 2022)

 

 

BESSI PAKKA PANTANG REBAH

Oh Tana Luwu
di bawah payungmu
pertemuan cahaya dua intan
tune’na To Mallangkanae ri Lette Wero
wijanna Maddepa’e ri Wajang Pajang

Oh Tana Luwu
Aku sungguh bertanya
kepada Musa di puncak Tursina
Dengan apa kudamaikan anak-anakmu?

Yang seteru berebut bulan
bulan kembar satu tembuni
zuriah dilanda gegap gelisah
entah kemala entah berangkal
jemala pun disangkanya kerakal
hilangkan restu telaga sempena

Akh, sempena tak setakat lupa
jangan tersapu ego durhaka
gugur darah bukan masa
bessi pakka pantang rebah
mengawal Pajung di atas takhta
titah harum sekuntum rahasia
nirwana pelangi menyimpan rindu

(Tana Luwu, 12 Juli 2021)

 

 

TANA LUWU

Tana Luwu
engkau jangan padam
aku bernaung di kemuliaanmu
yang akrab dinyanyikan perempuan ungu
dalam tembang-tembang merdu sureq La Galigo
laksana alunan kecapi Daud
mengetuk calikerra negeri dewata
melenakan haur di Boting Langi
memuji kebesaran La Patiganna
menenangkan palung misteri di Peretiwi

Tana Luwu
engkau jangan sedih
air matamu terlalu anggun
untuk jatuh di punggung daun kering
bagai embun yang takkan pulang ke tangkai
jikapun engkau menjadi gerimis jatuh nan patah
maka di antara percikmu aku akan bernisan
berkafan mimpi berkalang rindu
menyimpan harap di Lalebbata

(Tana Luwu, Juli 2021)

 

 

PONGRATU

Oh, di mana Pongratu?
ke mana mulia dijunjung
jika kemala lebih berharga
dari darah berserak susu

Walau Tuanku hilang titah
pantang sigerra’ menyentuh tanah
sungguh Tuanku emas tempawan
hamba duli layak bertelut

Payung emas di atas mahkota
jangan rebah di punggung baiduri
ribuan dada tumpuan duka
menjaga pilu bukan kepalang

Oh, di mana Pongratu?
pada rindu kami sembahkan
ulan putih suntingan haur
tanda cinta kepada Luwu

(Tana Luwu, 17 Juni 2021)

 

 

Alvin Shul Vatrick, lahir 18 Oktober 1977 di Keppe, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Penulis puisi, novel, cerpen, dan esai. Menulis lebih dari sepuluh buku solo berupa kumpulan puisi dan novel. Karyanya dimuat oleh kurang lebih seratus buku pusi, cerpen, dan esai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *