Asal-Usul Hari Pers Nasional dan Perjalanan Panjang Pers Indonesia

NASIONAL, Kapitanews.com – Pers memiliki peran yang sangat strategis dalam sejarah perjuangan Indonesia.

banner 336x280

Sejak masa kolonial, para wartawan tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga aktif dalam pergerakan politik untuk melawan penjajahan.

Mereka menggunakan media sebagai alat untuk membangkitkan kesadaran rakyat akan pentingnya kemerdekaan.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi pers dalam perjuangan bangsa, pada 9 Februari 1946 di Surakarta didirikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Organisasi ini menjadi wadah bagi insan pers untuk bersatu dalam membela kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.

Gagasan untuk menetapkan Hari Pers Nasional (HPN) muncul dalam Kongres PWI ke-28 di Padang pada 1978.

Setelah melalui berbagai proses, akhirnya pada 23 Januari 1985, Presiden Soeharto menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.

Tanggal ini dipilih berdasarkan hari lahir PWI, yang menjadi tonggak sejarah penting bagi pers nasional.

Sejak saat itu, setiap tahun HPN diperingati sebagai momen refleksi bagi insan pers dan masyarakat luas mengenai pentingnya kebebasan pers dalam mendukung demokrasi.

Pers memiliki peran vital dalam memberikan informasi yang akurat dan membangun opini publik, termasuk dalam isu-isu penting seperti ketahanan pangan.

Pada peringatan HPN 2025, tema yang diangkat adalah “Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa”.

Tema ini menegaskan peran media dalam mengedukasi masyarakat dan mengawal kebijakan pemerintah terkait sektor pangan.

Isu ketahanan pangan menjadi semakin relevan di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan dinamika ekonomi dunia.

Dalam upaya menjaga ketahanan pangan, pers berperan sebagai penghubung antara pemerintah, petani, dan masyarakat luas.

Melalui pemberitaan yang objektif, media dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya produksi pangan yang berkelanjutan, distribusi yang efisien, serta kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Meskipun HPN telah menjadi peringatan resmi nasional, tidak sedikit yang mengkritisi penetapan tanggal 9 Februari.

Beberapa pihak mengusulkan agar Hari Pers Nasional lebih merepresentasikan sejarah jurnalisme Indonesia, misalnya dengan memilih tanggal terbitnya surat kabar Medan Prijaji pada Januari 1907, yang dianggap sebagai cikal bakal pers nasional.

Namun demikian, Hari Pers Nasional tetap menjadi simbol penting bagi kebebasan pers dan profesionalisme jurnalistik di Indonesia.

Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum bagi insan pers untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, terutama dalam isu strategis seperti ketahanan pangan.

Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi publik, dan penghargaan bagi wartawan berprestasi turut meramaikan peringatan HPN setiap tahunnya.

Kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan kebebasan pers tetap terjaga dan media dapat terus menjadi pilar demokrasi serta pembangunan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *