Di INACRAFT 2023, Bupati Luwu dan Ibu Hayarna Kompak Promosikan Produk Unggulan Luwu

JAKARTA, Kapitanews.id – Bupati Luwu, H Basmin Mattayang bersama dengan isteri, Hj Hayarna Hakim, terlihat begitu kompak mempromosikan dan memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Luwu.

Tak kalah dengan Bupati Luwu, sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Luwu, Hj Hayarna Hakim, sangat mengetahui 5 produk unggulan yang dipamerkan pada pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2023), yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

banner 336x280

Kelima produk kerajinan tangan asli dari Kabupaten Luwu tersebut, kerajinan anyaman litho, kerajinan batok kelapa, kerajinan dari kulit jagung, Batik Luwu, dan Badik Luwu.

Salah satu yang dijelaskan Hj Hayarna, yakni Batik Luwu yang juga terdiri dari 5 motif. “Pertama Batik Luwu motif Batara Guru. Motif ini selain karena namanya, juga terinspirasi dari Tana Luwu yang berada di bawah kaki Gunung Latimojong dengan tanah yang sangat subur, dikaruniakan kekayaan alam yang berlimpah, baik di darat, laut, maupun pegunungan yang menjadikan kemakmuran bagi masyarakat yang tinggal di Tana Luwu,” jelas Hayarna.

Mantan Ketua DPRD Luwu ini juga menjelaskan 4 motif Batik Luwu lainnya, yakni motif Sawerigading, Simpurusiang, I Wecudai, dan I Lagaligo.

“Kelimanya kita pamerkan di International Handicraft Trade Fair. Kelima Batik Luwu ini memiliki makna mendalam di setiap lekukan garisnya,” ujarnya.

Setelah membuka pameran bertajuk The 23rd Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2023), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, mengunjungi stand pameran Dekranasda Kabupaten Luwu.

Didampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Menteri Sandiaga Uno, disambut Bupati Luwu, H Basmin dan Ketua Dekranasda Kabupaten Luwu.

Selain kagum dengan Batik Luwu, Sandiaga Uno tampak tertarik dengan Badik Luwu yang ikut pamerkan sebanyak 17 jenis.

Melihat ketertarikan mantan Calon Presiden RI 2019 tersebut, Bupati Luwu, menjelaskan Tana Luwu sangat terkenal dengan kualitas besinya sejak zaman kerajaan.

Menurut Basmin Mattayang, besi Luwu banyak digunakan oleh kerajaan – kerajaan di nusantara sebagai benda pusaka.

“Kami membawa 17 Badi Luwu, ini menyimbolkan 17 Tahun Kota Belopa sebagai Ibu Kota Kabupaten Luwu yang baru saja kami peringati,” ujarnya kepada Sandiaga Uno.

“Tanah Luwu sejak jaman Kerajaan Majapahit telah dikenal dengan kandungan besinya yang luar biasa, sehingga badik yang diproduksi pengrajin Luwu ini menunjukkan kearifan yang masih terjaga dengan baik,” lanjut Bupati Luwu dua periode ini.

Diketahui INACRAFT ke–23 yang mengangkat tema “From Smart Village to Global Market” ini berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai ikon pameran yang menampilkan produk-produk kerajinan unggulan dan kreatif sekaligus mengangkat kekayaan tradisi, seni dan budaya Sulawesi Selatan dengan tagline “The Authentic South Sulawesi”

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengisi Paviliun Ikon dengan mengangkat miniatur Kapal Pinisi di area utama pameran dengan mengusung tema “Mengembalikan Kejayaan Sulawesi Selatan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *