FOLUR Diharap Kembalikan Kejayaan Kakao di Luwu

Siti Wahyu Ningrum, dari Menko Perekonomian selaku penanggung jawab proyek FOLUR di Kabupaten Luwu mengungkapkan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta UNDP dan FAO, merupakan lembaga pelaksana FOLUR.

banner 336x280

Di Indonesia, proyek ini dilaksanakan di 5 Kabupaten dan Kota, yakni Kabupaten Aceh Tengah Provinsi DI Aceh, Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sorong Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan.

“Aceh Tengah dengan komoditi Kopi, Mandailing Natal dengan komoditi Kopi dan Kelapa Sawit, Sanggau dan Sorong komoditi Kelapa Sawit, Kabupaten Luwu yang berbeda dari yang lainnya, yakni Komoditi Kakao dan Padi,” ujarnya.

“Tujuan proyek ini, mentransformasi pengelolaan sistem pangan dan lanskap berbasis kelapa sawit, kakao, kopi, dan padi di Indonesia untuk menghasilkan berbagai manfaat lingkungan dengan target, memberikan manfaat kepada 103.000 petani dengan keterlibatan minimal 50 persen perempuan,” sebutnya.

Selain itu lanjut Siti Wahyu Ningrum, juga bertujuan merestorasi atau merehabilitasi lahan seluas 20.000 hektar, merencanakan dan mengelola lanskap terpadu seluas 1,529 hektar dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 41,5 juta tons CO2.

Koordinator lapangan FOLUR Kabupaten Luwu, Nurhanah, menyebutkan proyek ini akan berjalan selama 6 tahun di Kabupaten Luwu dengan meliputi 5 kecamatan sebagai lokus, Kecamatan Latimojong, Bajo Barat, Bajo, Suli dan Suli Barat,” sebutnya.

Untuk kriteria pemilihan lokasi intervensi proyek FOLUR, harus ada kawasan hutan (termasuk yang dikonservasi atau terdegradasi), merupakan watershed/DAS sumber daya air wilayah hilir padi/sawah di hilir, terdapat lahan kritis.

“Ada jasa lingkungan yang perlu dipertahankan, kehati, flora dan fauna yang dikonservasi atau dilindungi,” sebutnya. Data sementara di 5 kecamatan lokus menunjukan, Kelompok Tani Kakao di Luwu sebanyak 38 Poktan dengan jumlah  968 petani dan 760,04 hektar lahan.

Untuk Kelompok Tani Padi sebanyak 33 Poktan, 874 petani dengan luas lahan 618,25 hektar, Kelompok Wanita Tani sebanyak 14 Poktan, 392 petani dan 127,63 hektar lahan, Kelompok Tani Hutan/ LPHD ada 10 Poktan.

Baca juga berita di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *