LUWU UTARA, Kapitanews.id – Habiskan anggaran hingga Rp3,5 miliar pasca renovasi, bangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Luwu Utara, kini sudah bisa digunakan setelah diterjang banjir bandang pada tahun 2020 yang lalu.
Dengan adanya pembenahan pada sekolah tersebut, para siswa dan siswinya kembali bisa melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik.
Dari anggaran Rp3,5 miliar, renovasi menyentuh lima unit gedung yang direhabilitasi total diantaranya, dua unit gedung ganti atap, ganti dinding dan satu unit KM/WC siswa yang dibangun baru serta pemasangan paving block di halaman sekolah madrasah itu.
Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan (BPPW) Sulawesi Selatan, perpanjangan tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyerahkan pengelolaan dan pemanfaatan bangunan MAN Luwu Utara kepada Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Utara, Selasa (03/01/2023) dini hari.
“Tahun 2022 di Sulsel ada tujuh titik madrasah yang dibenahi. Madrasah ini (MAN Luwu Utara.red) merupakan yang pertama kami serahkan kepada Kementerian Agama Luwu Utara, untuk dikelola dan dimanfaatkan,” sebut Ahmad Asiri, perwakilan BPPW Sulsel.
Ahmad Asiri juga mengatakan, proses pembangunan sekolah tersebut memakan waktu yang cukup panjang, mulai dari survei, perencanaan hingga pelaksanaan.
Dalam pelaksanaan pekerjaan sekolah ini tidak terlepas dari peran Pemkab Kabupaten Luwu Utara bersama dengan Anggota DPR RI Dapil Sulsel III, Muhammad Fauzi, yang menjadi pendorong kecepatan pekerjaan madrasah itu.
