IPMS dan IPMR Buka Suara, Tambang Ancam Pangan, Ekonomi, dan Budaya

“Terkait persoalan pangan, Rampi sangat kaya dengan sumber daya alam. Namun, ketika perusahaan beroperasi akan memunculkan konflik karena akan ada pergeseran budaya,” imbuh Gerson.

Pada tanggal 12 september 2022 yang dipimpin ketua adat wilayah Rampi dengan menggelar musyawarah dan menghadirkan 7 Komunitas Adat yang ada di Kecamatan Rampi dan menyepakati menolak keras dan akan tetap menjaga tanah leluhur mereka agar tidak dirusak oleh perusahaan tambang.

banner 336x280

“Ketika mendengar adanya korporasi yang akan melangsungkan pertambangan, masyarakat dengan cepat menggelar musyawarah untuk menolak kehadiran perusahaan tambang, karena ini menyangkut SDA yang menunjang kelangsungan hidup masyarakat Rampi mulai dari persawahan, perkebunan, dan beberapa situs budaya yang sampai saat ini masih kami jaga,” tegasnya.

Selain itu, mereka menilai bahwa diduga kuat ada pemalsuan dokumen jika pihak perusahaan mengklaim pernah melakukan konsultasi publik, karena masyarakat tidak pernah dilibatkan, dan bahkan pemukiman warga juga masuk dalam wilayah konsesi perusahaan yang tak pernah diketahui oleh masyarakat sebelumnya.

“Pemukiman warga yang masuk dalam wilayah konsesi itu tidak pernah kami tahu, kami dari masyarakat adat Rampi tetap menolak perusahaan, karena rampi adalah tanah warisan leluhur kami yang harus tetap ada untuk generasi kami dan seterusnya,” tegas Gerson.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *