Kemendagri Beri Apresiasi terhadap Iklim Demokrasi yang Semakin Baik di Luwu Utara

LUWU UTARA, Kapitanews.id — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara atas suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Luwu Utara.

Apresiasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Pemdes, Yusharto Huntoyungo, pada Rapat Pemantauan Pilkades Serentak 2022 di Kabupaten Luwu Utara yang dilakukan via virtual, dihadiri Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. “Kami mengapresiasi bahwa di Luwu Utara menggelar pesta demokrasi dari hari ke hari kian semakin membaik,” kata Yusharto.

banner 336x280

Pesta demokrasi kemarin, pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Luwu Utara, masih dalam suasana pandemi COVID-19.

“Dalam menghadapi kondisi pemilihan saat ini yang masih dalam masa pandemi COVID-19, diharapkan mampu menjalankan protokol kesehatan serta memperkuat koordinasi dengan Forkopimda untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar kondusivitas dan stabilitas keamanan dapat terlihat di masing-masing daerah, tempat pesta demokrasi,” pungkas Yusharto Huntoyungo.

Sementara Bupati Indah Putri Indriani melaporkan bahwa, pada 28 September 2022, Pemda Luwu Utara sedang melaksanakan Pilkades Serentak yang dilaksanakan di 23 desa atau 13,85% dari jumlah desa di Luwu Utara, dengan jumlah DPT 33.121 jiwa dan jumlah TPS 82, serta jumlah Calon Kepala Desa (Cakades) yang ikut Pilkades hingga 68 orang.

“Kita telah menyiapkan mekanisme pengamanan dengan terus berkoordinasi dengan pihak Polres, Kodim, Satpol PP dan Damkar, serta Linmas di 23 desa yang melaksanakan Pilkades,” sebut Bupati dua periode ini.

Bupati, Indah Putri Indriani juga melaporkan beberapa langkah dan strategi agar Pilkades berlangsung dengan aman, sehat dan kondusif. “Kami melaporkan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi kerumunan dalam Pilkades, antara lain, pada tahap kampanye, mengoptimalkan kampanye melalui media cetak dan elektronik atau media sosial, langkah kedua dengan tetap melaksanakan pengawasan secara intensif terhadap pertemuan terbatas yang maksimal diikuti 50 orang, dan yang ketiga, melaksanakan orientasi dan penandatanganan pakta integritas melalui pernyataan siap kalah dan siap menang bagi para calon kepala desa.”

Sementara, pada tahap pemilihan, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti jumlah TPS sesuai dengan batas maksimal 500 DPT per TPS dengan penentuan lokasi TPS, dipilih tempat yang paling representatif. Kedua, pihaknya juga melakukan penambahan bilik suara di TPS guna meminimalisasi kontak antara satu bilik suara dengan yang lainnya. Ketiga, melaksanakan pengaturan jadwal kehadiran bagi pemilih. Keempat, menyiapkan jalur masuk dan keluar terpisah agar tidak terjadi interaksi antar pemilih yang dapat mengundang kerumunan. Yang kelima, melaksanakan pembatasan waktu selama ada di TPS. Dan keenam, mendayagunakan satuan tugas penanganan COVID-19 untuk membantu tim pengamanan dalam memanimalisir akan terjadinya kerumunan di area TPS.

Olehnya itu, dukungan dari para pemangku kepentingan, seperti TNI, Polri, DPRD, Kejaksaan, Pemerintah Kecematan dan lain sebagainya, tentu akan sangat berarti untuk memastikan kualitas penyelenggaran Pilkades serentak di Luwu Utara semakin baik, lancar, tertib dan aman pelaksanaannya. “Semoga ini akan memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas demokrasi kita secara keseluruhan,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *