“Hai apa kabarmu hari ini? Terima kasih telah menerima permintaan pertemanan saya. Saya senang melihat profil Anda, saya juga bisa menerjemahkan ke dalam bahasa Anda jika itu lebih baik untuk Anda.”
Itu kata-kata Susan Linda melalui inbox-nya pada saya. Linda, seorang perempuan 42 tahun yang mengaku anggota US Army berpangkat Jenderal (Angkatan Darat Amerika) yang sekarang sedang bertugas di Afganistan membawa misi perdamaian. Linda, oh Linda. Teramat indah kata-katamu di awal perkenalan kita. Linda yang meminta pertemanan di facebook telah kukonfirmasi dengan membuang sebuah nama yang kukira tak aktif lagi di facebook karena kuotaku telah mencapai 5000 orang.
Setengah percaya, saya memeriksa lagi akun Susan Linda. Di sana tampak pada foto profilnya seorang wanita cantik dalam balutan seragam angkatan darat Amerika, lengkap dengan tanda-tanda pangkat dan bintang. Benarkah ini akun asli dan benarkah Susan Linda seorang perwira tinggi angkatan darat Amerika yang sekarang bertugas di Afganistan untuk perdamaian?
“Hai sayang, saya Jenderal Susan Linda, saya TENTARA AS, semoga pesan ini menemukan Anda baik-baik saja & sehat dan saya berharap kita dapat menjadi teman yang baik karena kita baru pertama kali bertemu di sini, saya telah melalui profil yang berbicara baik tentang Anda di facebook ini dan saya terkesan ketika saya melihat profil Anda dan memutuskan untuk berkomunikasi dengan Anda. Ini adalah keinginan saya untuk mengenal Anda, saya suka kejujuran, kepercayaan, cinta, perhatian, kebenaran, dan rasa hormat, saya memiliki semua kualitas ini dalam diri saya, saya berharap dapat membaca dari Anda jika Anda juga tertarik. Terima kasih dan berharap mendengar kabar dari Anda secepatnya.”
Oh, ini inbox-nya lagi. ia berusaha membuat saya tertarik. Saya, tentu saja tertarik. Baik karena bahasanya yang tertata, dan tak satu pun kesalahan ketik yang saya termukan pada kalimat-kalimatnya, maupun kesantunan ia memaparkan gagasannya. Selebihnya, tentu karena ia saya imajinasikan sebagai seorang perempuan asli, meskipun saya tentunya harus ragu-ragu menerima pertemanan internasional dan lintas negara. Tapi sebagai warga negara dunia saya tak ada salahnya untuk berteman. Saya teringat saya pernah membuat sebuah cerita pendek yang bercerita tentang keinginan si aku untuk berteman dengan semua manusia di dunia ini, terutama dengan orang-orang penting di dunia. Dan cerpen itu, memang sebuah fiksi yang menarik. Tapi Linda Susan tentu akan berbeda kini. Linda Susan telah mengaku sebagai manusia asli, seorang tentara, bukan sebuah fiksi. maka aku pun menjawab tantangan Linda melalui inbox.
“Terima kasih Susan, seperti anda saya pun senang bertemu meski hanya lewat dunia maya. Maaf, saya tidak lincah berbicara dalam bahasa anda. Saya senang berkomunikasi dengan semua orang di planet bumi ini tanpa melihat ras, suku, bangsa, dan agama. Saya seorang penulis, menulis esai, cerita pendek, puisi, dan reportase pendidikan. Saya juga seorang jurnalis pada salah satu majalah pendidikan di negaraku. Saya kadang-kadang juga menulis lepas freelance pada beberapa media. Tapi pekerjaan utama saya adalah pengawas bidang pendidikan. Saya harap kita bisa ngobrol tentang literasi, pendidikan dan sastra –yang menjadi bagian penting dari kehidupan saya. Maaf ya, saya belum dapat berikan nomor WA saya karena baru saja diretas oleh orang jahat. Salam.”
Saya membayangkan Linda akan membalasnya segera. Dan benar ia pun membalasnya. Hanya balasannya seperti tak membaca balasanku. Balasannya tidak dalam kerangka dialog, tetapi ia seperti bermonolog saja. Ia menulis begini:
“Halo sayang apa kabarmu hari ini, harapan hidup memperlakukanmu dengan baik? Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri kepada Anda sebelum kita melanjutkan. Mengenal satu sama lain adalah proses bertahap dan berikut adalah beberapa hal yang menurut saya harus Anda ketahui tentang saya. Saya juga ingin tahu tentang Anda, pekerjaan, usia, dan pengalaman Anda. Nama lengkap saya Jenderal Angkatan Darat Susan Linda, 42 tahun dan warga negara Amerika Serikat, saya saat ini tinggal di Afghanistan di mana saya ditugaskan untuk tugas misi penjaga perdamaian dan akan segera menyelesaikan tugas saya dan kembali ke rumah di negara saya. Saya adalah satu-satunya anak perempuan dari orang tua saya, saya kehilangan suami saya 4 tahun yang lalu tetapi meninggalkan untuk saya seorang putri cantik bernama Linda Jr, ayah saya meninggal pada tahun saya bergabung dengan tentara dan 6 tahun setelah itu ibu saya meninggal juga. Saya dengan senang hati memberi tahu Anda bahwa saya menyukai senyum indah di wajah Anda, saya ingin mengenal Anda lebih dalam, jadi tolong ceritakan lebih banyak tentang diri Anda, apakah Anda sudah menikah atau masih jomblo? Maaf jika saya terlalu banyak bertanya hanya ingin mengenal Anda lebih baik dan seperti yang saya katakan di atas saya adalah warga negara Amerika dan perwira militer senior dan saya akan memberi tahu Anda lebih banyak tentang diri saya juga ketika saya mendapatkan jawaban Anda dan tolong kirimkan alamat email pribadi dan tolong ceritakan lebih banyak tentang negara Anda. Saya ingin mengatakan bahwa hati saya dipenuhi dengan kegembiraan dan kebahagiaan dalam mengenal Anda dan saya ingin kita menjaga kedekatan ini dan berharap itu akan membawa kita ke masa depan yang lebih baik seperti yang saya inginkan. Jaga baik-baik dan semoga harimu menyenangkan. Tetap diberkati.”
Saya tidak membalas lagi Susan. Saya kira jika saya membalasnya akan menguras perhatian saya ke sana. Saya mungkin akan membuat sebuah cerita pendek saja untuk mengungkapkan segala-galanya dan sejujur-jujurnya kepada Susan. Saya akan mengatakan bahwa saya adalah seorang lelaki yang sudah beristri, tidak begitu tampan, tidak memiliki senyum yang indah dan juga tidak begitu pintar dalam pergaulan. Kecuali hanya menyenangi sastra, selebihnya adalah biasa-biasa saja.
Saya kembali menekuni buku yang baru saja saya beli berjudul “Yoga Sutra Patanjali”, sebuah buku multi tafsir yang bukan hanya memaparkan bagaimana Yoga dilaksanakan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, tapi juga membuka rahasia-rahasia Patanjali– warisan kebudayaan India yang mahaagung tentang bagaimana manusia seharusnya menjadi manusia yang tak tertipu oleh ilusi-ilusi kehidupan di dunia.
Dua minggu saya kembali membuka facebook dan Susan nongol lagi dengan inbox-nya.
“Halo sayang, Apa kabarnya hari ini? Saya harap Anda berenang di lautan dengan kesehatan yang baik? Saya sangat senang memiliki Anda di sini sebagai sahabat saya dan saya berdoa semoga ini akan membawa kita ke takdir yang sudah lama ditunggu. Saya pergi ke Afghanistan sejak tahun 2012. tetapi saya selalu kembali ke Amerika setiap interval 6 bulan. Jujur, saya mencari hubungan yang serius dan tahan lama. Saya ingin pria yang rendah hati. Jujur, perhatian, penyayang, dan membumi. Wanita seperti apa yang kamu inginkan? Saya tidak bisa melupakan foto Anda sejak pertama kali saya melihat profil Anda. Saya tidak begitu tahu apa yang telah terjadi pada saya. bagaimana bisa kamu menyentuh hatiku dengan mudah seperti ini? Perasaan tentangmu begitu spesial. Apa yang telah kamu lakukan padaku? Apakah Anda Kristen atau Muslim? Saya ingin Anda tahu bahwa usia hanyalah angka dan tidak ada hubungannya dengan perasaan dan cinta. Cinta ada di hati dan itu pergi dengan perasaan. Saya ingin mengetahui hal-hal yang Anda sukai dan hal-hal yang tidak Anda sukai karena saya percaya bahwa setiap orang memiliki prinsipnya sendiri. Saya menunggu untuk mendengar Anda secepatnya balasan. Tuhan memberkati Anda.”
Saya mengerutkan kening membacanya. Kini tampaknya Susan sedang ngelindur. Saya ingin membalas dan membangunkannya agar ia tak ngelindur terus. Tapi saya tiba-tiba kehilangan kemahiran bahasa. Saya tak dapat larut dalam sebuah romantisme kepalsuan. Saya menulis asal menulis:
“Sangat romantis, apakah Anda juga seorang pengarang cerita pendek? Saya seorang penulis cerita pendek dan telah menulis 4 buku cerita pendek. Saya juga juga suka menulis puisi. Ada 40 buku antologi puisi telah saya tulis. Saya suka absurditas, tapi kurang menyukai romantisme. Anda bisa menelusuri jejak digital saya di google dengan kata kunci namaku. Saya dari Indonesia, sebuah negara kepulauan –ribuan pulau– dengan ribuan karakter budaya yang hidup bersama dalam sebuah naungan negara kesatuan. Indonesia banyak suku, banyak ras, banyak agama dan semua penganutnya fanatik. Terima kasih untuk apresiasinya, saya tersanjung dengan kalimat romantis Anda. Salam.”
Itu saja yang dapat kutulis pada Susan. Saya tidak tahu apa respeknya setelah itu. Saya harus hati-hati untuk mengungkapkan perasaan, meskipun dalam bingkai cerita pendek. Saya takut jangan sampai Susan menyalah artikan maknanya. Susah tiba-tiba membalas demikian cepat. Jawabannya seperti sudah disiapkan sebelumnya. meskipun jawabannya seperti yang saya katakan tidak dalam nuansa dialog, tetapi monolog. Ini jelas bukanlah jawaban dari apa yang saya tulis padanya.
“Yang terhormat, saya akan menggunakan kesempatan ini untuk menceritakan lebih banyak tentang diri saya, saya Letnan Jenderal Susan Linda. Kepala Staf Medis Hakim Advokat Angkatan Multinasional-Afghanistan. Saya mengambil alih komando Komando Medis Angkatan Darat AS pada 05 Desember 2014 dan disumpah sebagai Jenderal Ahli Bedah Angkatan Darat ke-43 pada 07 Desember 2014, Jabatan saya sebelumnya termasuk Wakil Ahli Bedah Umum, Kantor Jenderal Ahli Bedah, Gereja Falls, VA, dari 2014 hingga 2017; Kepala Korps Perawat Angkatan Darat AS ke-23, dari 2010-2014; Komandan, Komando Medis Regional Barat, Fort Lewis, Washington, dari 2010 hingga 2012; Komandan, Pusat Medis Tentara Madigan, Tacoma, Washington, dari 2010 hingga 2011; Komandan, Sistem Perawatan Kesehatan Walter Reed, Washington D.C., dari 2008 hingga 2009; dan Commander, Dewitt Health Care Network, Fort Belvoir, Virginia, dari 2006 hingga 2008. Saya memperoleh gelar Bachelor of Science in Nursing dari University of North Carolina di Chapel Hill pada tahun 1999. Saya menerima gelar Master of Science sebagai Clinical Trauma Spesialis Perawat dari University of Pittsburgh. Saya lulusan tetap dari Sekolah Staf Umum dan Komando Angkatan Darat dan Sekolah Tinggi Industri Angkatan Bersenjata, tempat saya memperoleh gelar Master of Science kedua dalam Strategi Sumber Daya Nasional. Penugasan militer lainnya termasuk Perawat Staf di bangsal khusus multi-layanan, Staf dan Kepala Perawat dari unit gawat darurat Tingkat III, Rumah Sakit Komunitas Tentara Evans, Fort Carson, Colorado; Anggota Dewan Perawat, Brigade Perekrutan Pertama (Timur Laut) dengan tugas di Batalyon Perekrutan Harrisburg dan Pittsburgh; Kepala Perawat dari bagian gawat darurat 22 tempat tidur, Womack Army Medical Center, Fort Bragg, North Carolina; Kepala Perawat dan Komandan Rumah Sakit dari rumah sakit lapangan dengan 500 tempat tidur, Rumah Sakit Umum ke-249, Fort Gordon, Georgia; Asisten Kepala Cabang, Cabang Korps Perawat Angkatan Darat, Komando Personalia Angkatan Darat Amerika Serikat, Alexandria, Virginia; Asisten Deputi Kebijakan Manajemen Perawatan Kesehatan di Kantor Pentagon, Washington, D.C.; Wakil Komandan Perawatan dan Komandan Jaringan Perawatan Kesehatan DeWitt, Fort Belvoir, Virginia; dan Wakil Komandan Keperawatan, Pusat Medis Angkatan Darat Walter Reed dan Komando Medis Regional Atlantik Utara, Washington, D.C. Pada tahun 2012, Letnan Jenderal Winterbourne ditempatkan bersama Korps I, sebagai Asisten Khusus Komandan, Komando Gabungan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional, Kabul Afghanistan.”
Susan tentu membayangkan saya sedang terperangah membaca rangkaian panjang karirnya dalam bidang militer. Biografinya demikian lengkap. Benar saya memang terperangah, tetapi setelah itu setumpuk keraguan mulai mengganggu benakku. Di jaman hoax semua kata-kata dapat dibuat. Apa lagi jika hanya sebuah biografi yang bisa dicari di berbagai sumber dengan melakukan googling misalnya. Saya menunggu Susan meneruskan celotehnya. Dan benar, esoknya Susan menghubungiku lagi.
“Halo sayang, Apa kabarnya hari ini? Aku berharap semuanya baik-baik saja denganmu? Senang memiliki Anda di sini sebagai sahabat saya, saya seorang Kristen. Saya tidak tahu mengapa saya merasa begitu istimewa setiap kali saya membaca pesan Anda. sebenarnya Tuhan dapat menggunakan banyak cara untuk menyatukan orang. Merupakan suatu kehormatan untuk memiliki Anda di sini sebagai teman baik saya, terkadang kita tidak ingat bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa sendiri tetapi dengan Tuhan kita meningkatkan kekuatan dan kekuatan dan semoga kita dapat memiliki masa depan yang lebih baik bersama-sama. Semoga hubungan kita akan langgeng untuk seumur hidup, marilah kita tetap berpikiran positif dan tahu seperti apa masa depan kita. Sejujurnya Afghanistan adalah salah satu negara terburuk untuk hidup di bumi, dan selama kita masih di sini di Afghanistan, tidak ada hari bebas karena kita selalu sibuk, kami selalu waspada dan tidak punya cukup waktu untuk istirahat disini. Saya berdoa agar saya tidak akan pernah ditugaskan untuk bekerja di Afghanistan lagi. Terkadang saya merasa seolah-olah saya sendirian di dunia ini, dengan jenis tantangan yang saya hadapi di sini setiap hari dengan misi saya. Terlepas dari kenyataan bahwa saya berada dalam posisi yang lebih tinggi di militer yang diajukan sebagai Jenderal Angkatan Darat, tetapi saya masih membutuhkan seseorang dalam hidup saya yang akan membangun semangat saya dengan kata-kata motivasi, kepedulian dan pesan cinta. Saya membutuhkan teman yang bisa membuat saya percaya diri, saya tidak bisa mendapatkan kesempatan dan waktu untuk bertemu orang-orang di luar karena sifat pekerjaan saya di sini, jadi saya memutuskan untuk menggunakan media ini. Saya dengan tulus ingin memberi tahu Anda bahwa sejak kita bertemu di sini di Facebook; hatiku tidak pernah keluar darimu, aku percaya kita akan menjadi teman baik, aku ingin mengembangkan persahabatan yang baik denganmu. semoga segera setelah aku menyelesaikan tugasku di sini, semoga kita bisa bertemu dan bahagia bersama. Jaga dirimu. Bersorak dengan cinta.”
Saya menikmati kalimat-kalimat Susan sebagai sebuah cerita romantis. Betul-betul romantis. Seperti surat-surat cinta anak muda yang baru saja dilanda asmara. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana ini bisa terjadi padanya. Saya tentu tidak harus percaya begitu saja. Saya menunggu ia berceloteh seterusnya sambil menikmati cerita-cerita romantisnya. Hanya saja saya merasa terganggu oleh “bahasanya” yang terkesan sebagai terjemahan mesin yang tak dapat mencari padanan kata yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu secara pas.
“Sejujurnya saya tidak mengenal Anda dari mana pun saya membuka facebook ini beberapa hari yang lalu dalam menghadapi pencarian putus asa dari suami yang baik, koneksi dan tujuan ilahi agar saya menemukan profil Anda dan menaruh minat pada Anda. Saya adalah satu-satunya anak dari orang tua saya, ayah saya meninggal saya bergabung dengan tentara dan ibu saya meninggal enam tahun kemudian. Juga suami saya meninggal karena kanker darah leukemia. Nama anak perempuan saya Linda berusia 9 tahun dia berada di sekolah asrama militer di negara saya di bawah asuhan pemerintah. Kadang-kadang saya merasa seolah-olah saya sendirian di dunia ini, kapan pun saya mengingat latar belakang keluarga saya, dan jenis tantangan yang saya hadapi di sini setiap hari dengan misi saya itulah sebabnya saya membuka facebook jika saya dapat menemukan suami yang baik, dan karena sifat pekerjaan saya, saya tidak bisa mendapatkan kesempatan dan waktu untuk bertemu orang-orang di luar jadi saya memutuskan untuk menggunakan media ini karena saya telah berjanji pada putri saya Linda yang cantik bahwa saya harus mendapatkan suami dan ayah tiri kepadanya.
Seperti yang saya katakan, saya sedang mencari seorang suami. Saya benar-benar ingin memberi tahu Anda bahwa karena sejak saya melihat gambar Anda di facebook saya, pikiran saya tidak pernah keluar dari Anda dan mungkin gila untuk mengatakan ini tetapi jujur saya pikir saya jatuh cinta dengan Anda dan ingin Anda menjadi milik saya. Suami karena saya membutuhkan seseorang untuk menjadi ayah dari putri saya Linda cantik sekarang ketika saya kembali ke negara saya.
Tolong beri tahu saya jika Anda siap untuk menghabiskan sisa hidup Anda dengan saya dan jika Anda pikir itu tidak dapat bekerja untuk kami, tidak ada masalah kami dapat menjadi teman yang sangat dekat karena saya, Anda stabil untuk saya. Saya menunggu balasan Anda. Berhati-hatilah dan semoga Yang Maha Kuasa memberkati Anda. Cinta kamu.
Tolong, saya punya sesuatu yang sangat penting untuk didiskusikan dan dilakukan dengan Anda, tetapi saya ingin tahu sesuatu. SAYA BISA PERCAYA PADA ANDA? Yang ingin saya diskusikan dengan Anda adalah hidup saya, jadi jika Anda meyakinkan saya tentang kepercayaan Anda, saya akan memberi tahu Anda detailnya.”
Klimaks cerita Susan akhirnya ketahuan juga. Mencari Suami! Dan ia memilih saya untuk calon suaminya. Saya tentu tidak perlu mempertimbangkan lagi andaikata saya memang masih lajang. Tapi saya punya istri. Bagaimana mungkin saya harus mengorbankan kesetiaan istri saya yang telah mendampingi selama 33 tahun dan telah menganugerahiku dua putra yang sehat dan cerdas. Sungguh Susan bermimpi. Saya harus membangunkan tidurnya yang ngelindur dalam mimpi. Tapi tidak, boleh jadi juga Susan sedang tidak bermimpi. Tapi sedang berencana. Sedang mengaduk-aduk perasaan saya yang membeku agar dapat mencair, menjadi cairan simpati. Dan setelah itu, ia tentu sudah punya rencana. Karena itu cerita Susan saya kira belum klimaks. Akan ada sebuah bab lagi yang mungkin menjadi pamungkas untuk menarik perhatian saya lebih intens lagi. Suratnya di bawah ini telah menyiratkan rencana itu.
“Halo sayang, apa kabarmu hari ini cintaku? Saya telah mempercayai Anda karena kekuatan cinta yang kami bagikan. Saya harus memberi tahu Anda segalanya tentang saya karena Anda adalah bagian dari masa depan saya. Sayang, aku ingin kau tahu bahwa kami diserang oleh pemberontak setiap hari dan bom mobil. Dalam salah satu misi penyelamatan kami, kami menemukan sebuah brankas yang berisi sejumlah besar uang milik kaum revolusioner, yang saya yakin mereka gunakan untuk membeli senjata dan amunisi, dan disepakati oleh semua pihak mengingat uang tersebut akan dibagikan antara kita. Dari total dana bagian saya adalah dua juta lima ratus ribu dolar AS. Saya mencari bantuan Anda untuk mengevakuasi bagian uang saya, yaitu $ 2.500.000 kepada Anda di sana, karena Anda dapat meyakinkan saya bahwa bagian saya akan aman dalam perawatan Anda sampai saya menyelesaikan layanan saya di sini. Ini bukan uang curian, dan tidak ada risiko yang terlibat. Sekarang Anda sangat dekat dengan saya sebagai sahabat saya, cinta saya dan menjadi suami saya, satu-satunya yang dapat saya percayai dan untuk berbagi rahasia ini, saya ingin memindahkan uang ini dengan layanan kurir kekebalan diplomatik ke negara Anda sehingga Anda dapat menyimpan dan menyimpan uang untuk investasi kami di masa depan sampai saya bertemu Anda di sana di negara Anda setelah misi saya segera selesai. Karena saya masih bekerja untuk pemerintah, saya tidak dapat menyimpan atau mengirim uang ini ke Amerika untuk sementara waktu karena saya tidak memiliki orang yang dapat dipercaya untuk bertindak sebagai Keluarga terdekat. Oleh karena itu, saya hanya ingin Anda bertindak sebagai kerabat terdekat saya untuk menerimanya di negara Anda. Sejujurnya, jika saya gagal memindahkan uang ini paling cepat sebelum saya meninggalkan negara ini, saya akan kehilangannya dan mungkin saya juga terkena Pemerintah.
Sayang, ini yang saya ingin Anda lakukan, setelah Anda menerima uang ini, Anda harus mengambil $ 500.000 untuk kompensasi Anda, mengambil $ 200.000 untuk panti asuhan kemudian Anda akan mengambil uang dari kotak untuk membeli rumah dan 2 mobil sementara sisa saldo akan menjadi modal investasi kami di negara Anda. Satu seruan penuh semangat yang akan saya lakukan untuk Anda adalah untuk tidak membicarakan masalah ini kepada pihak ketiga, saya memilih untuk menghubungi Anda setelah saya berdoa dan saya yakin Anda tidak akan mengkhianati kepercayaan saya. Tapi anggap aku sebagai saudara perempuan atau istrimu sendiri. Bahwa transaksi ini bebas risiko dan dijamin sukses 100%. Anda tidak perlu takut akan hal itu.
Seperti yang Anda ketahui, karena perang di sini di Afghanistan, tidak mungkin memindahkan sejumlah uang keluar melalui transfer bank karena kebijakan perbankan di sini sulit dan ketat terutama sejak krisis dimulai. Oleh karena itu, satu-satunya pilihan adalah mengirim uang kepada Anda melalui pengiriman kurir kekebalan diplomatik untuk Anda terima di dalam negeri karena jauh lebih aman dan cepat. Agar saya dapat mempercepat pengaturan yang diperlukan, saya ingin Anda mengirimkan saya [1] nama lengkap Anda, [2] alamat Anda [3] kartu ID Anda [4] dan nomor ponsel Anda agar Anda dapat menerima uang di negara Anda. Mereka akan mengatur uang sebagai paket dan menyatakannya sebagai barang berharga keluarga diplomatik di bandara. Mereka akan mengirimkannya ke alamat Anda seperti yang telah saya setujui dan atur dengan mereka.
Sayang masalah ini adalah hidupku dan dapat mengakhiri karir indahku, pasti kamu harus merahasiakannya dan tidak ada yang harus mengetahuinya hanya kamu dan aku, aku menunggu balasanmu dan informasi lengkapmu”
Inilah klimaks dari cerita Susan!
Ia ingin mengirimiku uang banyak. Banyak sekali. Setelah itu ….
Saya membalas Susan kali ini dengan tegas. Saya ingin membangunkannya, meski saya tahu ia tidak tidur.
“Assalamualaikum. Maaf Susan saya tak dapat membantumu. Negaraku sangat ketat memeriksa setiap transfer keuangan dari luar negeri untuk mencegah dana terorisme masuk ke negaraku. Berikutnya saya kira kita memang belum ada kesepakatan hubungan kekerabatan bahwa kita memang sudah bersaudara, atau suami-istri, tetapi kita masih bersahabat dan pada status ini boleh jadi Anda masih banyak mengalami kekecewaan dari saya. Jika statemen ini kurang bagus bagi Anda silakan cabut lagi pertemanan kita atau beri isyarat agar saya memutusnya. Bukankah kemarin Anda yang meminta untuk berteman dan saya hanya merespon saja. Terus terang ada banyak hal yamg meragukan saya atas diri Anda yang berstatus militer. Saya kira jika seperti di negaraku ada aturan bahwa militer yang masih aktif itu tidak seenaknya membuat hubungan dengan orang luar, apalagi dengan bangsa lain karena ada etika dan rahasia yang harus dipatuhi, juga ada banyak rahasia militer yang tak boleh mereka bocorkan. Juga tentang dana yang Anda katakan itu, jalan ceritanya sangat mirip dengan cerita fiction. Sebagai sastrawan saya sudah banyak membaca cerita-cerita fiksi dari Timur Tengah mulai dari 1001 Malam hingga cerita-cerita Abu Nawas, Ali Baba dan Harta Karun, dan sebagainya. Fiksi-fiksi Barat pun tak asing lagi bagiku. Saya mengenal banyak cerita-cerita klasik, hingga fiksi modern Amerika yang sudah banyak diterjemahkan di negeriku. Apalagi di era modern ini, science fiction menjadi bacaan mutakhirku. Aku kira anda sangat berbakat sebagai pengarang.
Terus terang Susan, Anda juga secara psikologis tidak merespon ungkapan saya sebagai manusia Timur, Anda hanya melihat saya sebagai manusia universal pada pandangan Barat. Padahal Barat dan Timur itu memliki perbedaan yang hakiki, meski sekarang ini, pada era revolusi industri dan teknologi ini dunia sudah menjadi kampung kecil dan kita sudah menjadi anak manusia sejagad yang tak memiliki jurang pemisah lagi. Tapi Susan, saya seorang pengarang, seorang penulis, seorang sastrawan yang masih memiliki perhatian pada persoalan kebudayaan kontekstual.
Pada episode sebelumnya, Anda telah nyerocos dengan kisah Anda sendiri tanpa memberi ruang pada respek saya. Akhirnya saya berkesimpulan, boleh jadi Anda sesungguhnya bukan seorang manusia, tetapi adalah sebuah mesin, sebuah robot. Maaf ini bukan untuk menyinggung, apalagi untuk menghina. Tapi sekadar mengemukakan fenomena teknologi digital atau fenomena ITE sekarang ini. Banyak mesin-mesin penjawab telah dibuat orang untuk berbagai kepentingan. Ini sesuatu yang tidak aneh di zaman teknologi digital yang sudah memasuki tahap paling canggih ini. Semua bisa dilakukan.
Akhirnya ada ketidak-percayaan pada saya bahwa Anda manusia. Tapi saya berharap semoga saya keliru, sampai Anda dapat membuktikan bahwa Anda betul-betual manusia, bukan sebuah mesin pintar. Ini dulu yang harus disepakati sebelum menuju ke yang lebih jauh. Saya mohon maaf jika ini dapat membuatmu tersinggung. Tapi tak mengapa, jika engkau tersinggung berarti Anda memiliki satu ciri manusia, yaitu tersinggung. Wassalamualaikum !”
Saya capek. Saya benar-benar capek telah menemani orang yang menamakan diri “Susan Linda” ini untuk bermain petak umpet. Ia selalu mengumpet dengan baik tapi saya selalu bisa menemukannya. Terakhir saya menemukannya pada berbagai informasi setelah saya melakukan googling bagi orang-orang yang mengaku perempuan Tentara Amerika yang tugas di Afganistan. Ternyata itu hanyalah trik untuk menipu korban yang tersihir oleh kata-kata romantisnya.
Sementara itu saya pun sudah menamatkan “Yoga Sutra Patanjali” sebagai bacaan yang menarik. Salah satu kesimpulan yang dapat ditarik dalam falsafah India kuno ini dalam menangkal segala tipuan adalah pikiran. Patanjali menjelaskan: “parinama tapa samskara dukhhaih guna vrtti-virondhacca”. Maksudnya, mereka yang telah mengembangkan kemampuan untuk memilah (antara kebahagiaan sejati yang berasal dari kesadaran jiwa dan kenikmatan indrawi yang diperoleh badan, gugusan pikiran serta perasaan, sadar sesadar-sadarnya bahwa samskara atau dampak, kesan, residu dari perbuatan dan segala pengalaman masa lalu pun hanya menimbulkan rasa cemas dan penderitaan. Hanya pikiran yang ditempatkan di atas nafsu dan perasaan-perasaan yang tak akan pernah bisa tertipu.
Saya memblokir Susan.
(Barru, 2021)
