“Untuk memperkuat posisi Kota Palopo sebagai kota jasa maka Pemerintah Kota Palopo saat ini sedang melaksanakan pembangunan multi years seperti, Circuit Ratona Motor Sport, Pusat Kuliner dan Menara Payung, Revitalisasi Kawasan Islamic Center, dan Pembangunan Kantor DPRD Kota Palopo,” katanya.

“Perkembangan Kota Palopo ini, digerakkan oleh sektor pemerintah dan non pemerintah. Seperti sektor pendidikan tinggi, properti, perbankan dan jasa keuangan lainnya, perdagangan dengan gudang dan toko ikonik, hotel dan rumah makan, tempat olahraga dan rekreasi keluarga, rumah sakit, apotek, serta Startup generasi milenial,” tambahnya.

Terkait peringatan Hari Jadi Luwu ke-755 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-77 yang diselenggarakan ini, ketika berbagai belahan dunia dan tanah air kita tidak terkecuali Kabupaten dan Kota se-Tana Luwu masih dalam upaya bangkit dan pulih dari keterpurukan sosial ekonomi dan multi dimensi kehidupan masyarakat sebagai dampak dari Pandemi Covid19 yang melanda dunia.

Olehnya itu, Wali Kota Palopo mengajak untuk tidak putus- putusnya memanjatkan do’a dan harapan hanya kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa serta tekad dan ikhtiar yang kuat agar warga Tana Luwu, Sulawesi Selatan bahkan segenap rakyat Indonesia senantiasa dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari bala bencana, dibimbing pada jalan kebenaran, serta anugerah keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat.

Sebagaimana tradisi yang terbangun bersama pada Pemerintah Kabupaten/ Kota se-Tana Luwu, pada kesempatan tahun ini Pemerintah Kota Palopo mendapat kesempatan selaku penanggungjawab dan penyelenggara acara peringatan. Adapun tema yang kita usung adalah “Ekonomi Tumbuh, Tanah Luwu Sejahterah”.

“Tema ini dipilih dengan kesadaran dan harapan bahwa melalui upaya bersama bahu membahu seluruh elemen pemerintah dan masyarakat se-Tana Luwu dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, In Shaa Allah, kita mampu mendorong kehidupan masyarakat Tana Luwu agar lebih sejahterah,” kata Wali Kota.

Oleh karena itu diharapkan agar tema ini kemudian dapat dimaknai sebagai semangat dan tekad seluruh Jajaran pemerintah dan masyarakat Tana Luwu serta stakeholder lainnya untuk senantiasa bahu membahu membangun dan memajukan daerah Tana Luwu sebagai bagian dari gerak membangun dan memajukan NKRI.

Sejalan dengan prioritas dalam pengembangan wilayah berdasar RPJMN dan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2018-2023, Kota Palopo juga telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di utara Sulawesi Selatan, menjadi transito barang dan jasa selain itu sebagai pusat layanan bahkan bagi Kabupaten tetangga dalam Provinsi hingga lintas Provinsi.

Maka bagi Pemerintah Kota Palopo, momentum yang baik ini dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan mendorong pengembangan Kota Palopo menjadi “Kota Kunjungan”. Dikunjungi banyak orang karena daya tarik dan keunggulannya. Perkembangan ini pun tidak lepas dari sinergitas dampak positif gerak pembangunan dan kemajuan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten se-Tana Luwu.

Dalam pemahaman mendasar kita bersama, bahwa batasan wilayah administrasi pemerintahan tidak akan pernah menjadi pemisah dalam kesejarahan dan eksistensi Tana Luwu yang telah terbagi menjadi 4 Kabupaten/ Kota otonom, baik di masa kini dan Insya Allah hingga di masa akan datang. Sebaliknya eksistensi keempat pemerintahan di Tana Luwu ini akan senantiasa menjadi faktor dinamisasi bagi akselerasi pemajuan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat seluruh Tana Luwu.

“Demi kesinambungan pembangunan di Kota Palopo khususnya dan Tana Luwu pada umumnya, tentu kami sangat berharap dukungan segenap pihak dan seluruh masyarakat serta terutama perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan lebih baik kedepan,” ujarnya.

“Sebab kami yakin, capaian yang diperoleh Kota Palopo dan Tana Luwu pada umumnya hingga saat ini adalah buah dari semangat kerja sama dan keseriusan kita dalam mengemban tugas dan tanggung jawab selaku aparatur pada Jajaran Pemerintah beserta sinergitas dengan stakeholder dan masyarakat se-Tana Luwu,” kuncinya.