PB IPMIL Raya Demo Kejati dan Polda Sulsel

MAKASSAR, Kapitanews.id – Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya, PB IPMIL Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi, Kejati dan dan Polda Sulawesi Selatan, senin, (26/9/2022).

Peserta aksi membentangkan spanduk yang bertuliskan Menolak Kriminalisasi 13 Mahasiswa Palopo. Koordinator aksi Muhammad Alfian, mengatakan aksi mereka bentuk solidaritas terhadap 13 Mahasiswa Palopo yang di duga di kriminalisasi oleh penyidik Polres Kota Palopo.

banner 336x280

“Kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis, terutama 13 Mahasiswa yang getol menyuarakan kasus korupsi di Kota Palopo,yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Polres Kota Palopo. Kami menduga penyidik tidak profesional dalam menangani kasus ini,” kata Muh Alfian dalam orasinya.

Ia juga mengungkapkan, dalam proses penetapan tersangka 13 Mahasiswa tersebut, penyidik terkesan mengabaikan fakta-fakta yang ada. Penyidik tidak menjadikan CCTV Kantor Kejari Palopo sebagai alat bukti dan memastikan kelayakan konstruksi gerbang yang roboh.

“Kami mengawal kasus ini, dari rekonstruksi yang digelar oleh Polres Palopo beberapa waktu yang lalu, kami pikir itu cukup menegaskan kaitan dengan insiden kecelakaan tunggal yang terjadi. Tapi, mengapa pihak kepolisian tetap memaksakan 13 mahasiswa ini sebagai pelaku kejahatan,” ujarnya.

Ketua Umum PB IPMIL Raya Saldi, meminta Kepala Kejaksaan Tinggi, Kajati Sulsel untuk mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi Perjalanan Dinas Anggota DPRD Kota Palopo yang saat ini ditangani Kejari Palopo.

Saldi juga menyinggung dugaan pemerasan yang dilakukan oknum mantan Kasi Pidsus Kejaksaan Palopo. Menurutnya, itu telah memberi gambaran tentang wajah penegakan hukum di Kota Palopo, yang syarat dugaan permainan mafia hukum.

“Sangat disayangkan apabila kasus dugaan korupsi anggota DPRD Kota Palopo ini bisa lolos dari jeratan hukum. Padahal, kasus ini, statusnya telah dinaikkan ke penyidikan,” katanya.

Ia menekankan, aksi mereka tidak akan berhenti. “Kami akan terus mengawal kasus ini dan akan kembali turun dengan jumlah massa yang lebih besar. Kami ingin ada kepastian hukum atas kasus tersebut.

Dari pantauan media di lapangan, aksi berjalan dengan damai, setelah para demonstran berorasi di depan Kantor Polda Sulsel, demonstran membubarkan diri dengan tertib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *