Penulis Buku Opu Daeng Risaju Sampaikan, Generasi Milenial Tidak Boleh Buta Sejarah

LUWU UTARA, Kapitanews.id – Penulis Buku Opu Daeng Risaju, Idwar Anwar menyampaikan bahwa, generasi saat ini, tidak boleh tutup mata terhadap sejarah.

Hal itu diungkapkan oleh Idwar saat menjadi narasumber di acara seminar dan bedah buku Opu Daeng Risaju, hasil karyanya.

banner 336x280

Kegiatan tersebut, berlangsung di Aula Hotel Remaja Masamba Kabupaten Luwu Utara, Sabtu (03/12/2022) dini hari.

Idwar mengatakan bahwa, cerita sejarah, banyak orang yang kembangkan, namun kisah, adalah sesuatu hal yang betul-betul harus tersampaikan dengan benar dan tepat.

“Sejarah, di wilayah Sulawesi Selatan dan terkhusus dalam lingkup Luwu Utara, harus memiliki media untuk menyampaikan pemahaman tentang sejarah yang sesungguhnya,” kata Idwar.

“Dan saya, menggunakan media kamera sastra, sebagai upaya pemanfaatan ruang untuk berkomunikasi dengan para pecinta budaya literasi,” tambahnya.

Penulis buku ini, juga menuturkan harapannya kepada anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara, Riswan Bibbi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut agar dapat menjadi fasilitator terhadap pengembangan daya dan minat belajar generasi saat ini, untuk memahami kisah-kisah sejarah.

“Bagi DPRD Luwu Utara, bisa sedikit memberikan muatan-muatan sejarah yang bersifat lokal khususnya di wilayah Kabupaten Luwu Utara agar regenerasi atau pegiat literasi, tidak gagal paham tentang sejarah,” tutur Idwar.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPK SulSel, Drs. Yulianto, M.M mengungkapkan bahwa, bukan karena minat baca yang kurang dimiliki oleh para regenerasi melainkan, daya bacanya.

“Bukan minat baca yang rendah, namun daya bacanya yang minim,” ungkapnya.

“Irlandia adalah salah satu negara yang memproduksi buku, hampir sejumlah dengan jumlah penduduknya per tahunnya dan setiap pembaca, menghabiskan 3 sampai dengan 6 buku yang dibacanya. Serupa dengan Jepang,” lanjutnya.

Yulianto mengimbau agar, buka Opu Daeng Risaju ini, betul-betul dibaca dan juga dipahami.

Sebab, dalam buku itu menceritakan kisah seorang perempuan yang berjuang, melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda.

“Silahkan dibaca buku Opu Daeng Risaju ini, karena buku ini terbit dengan tujuan untuk meningkatkan budaya literasi di Sulawesi Selatan dan khususnya di wilayah Luwu Utara, agar mampu menambah pemahaman tentang sejarah pada diri kita,” pungkasnya.

Selanjutnya, ada Anggota DPRD Luwu Utara, Riswan Bibbi yang juga angkat bicara, menyampaikan bahwa forum tersebut adalah ruang membangkitkan kembali budaya literasi.

“Forum ini adalah ruang yang mengupayakan membangkitkan kembali literasi,” ucapnya.

“Kita akan merekomendasikan kepada OPD terkait di Luwu Utara, agar nama-nama tokoh seperti nama Opu Daeng Risaju, sekiranya dilekatkan pada nama jalan di wilayah kota Masamba untuk memantik ketertarikan pamahaman tentang sejarah-sejarah beserta dengan para pelakunya, di tanah Luwu khususnya,” tutup anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *