Relawan TAGANA Dinsos Palopo Salurkan Bantuan di Kelurahan Mawa Pasca Banjir

PALOPO, Kapitanews.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Palopo sejak Minggu malam (16/02/2025) menyebabkan banjir di beberapa titik, salah satunya di Kelurahan Mawa, Kecamatan Sendana.

Akibat bencana ini, puluhan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air setinggi hampir satu meter.

banner 336x280

Menurut data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, sedikitnya 12 keluarga terdampak langsung akibat banjir ini. Mereka mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, serta perlengkapan tidur.

Seorang warga Kelurahan Mawa, Rahmat (45), mengungkapkan bahwa banjir kali ini terjadi lebih cepat dari yang diduga.

“Air naik tiba-tiba, hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Kami langsung bergegas menyelamatkan barang-barang, tetapi banyak yang sudah tidak sempat diselamatkan,” tuturnya.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan akses jalan utama menuju Kelurahan Mawa terganggu. Sejumlah kendaraan yang mencoba melintas terpaksa berhenti karena genangan air yang cukup tinggi.

Menanggapi kondisi ini, Dinas Sosial Kota Palopo segera mengerahkan Relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) untuk memberikan bantuan darurat kepada para korban. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, perlengkapan tidur, pakaian, serta peralatan kebersihan.

Kepala Dinas Sosial Kota Palopo, Sulkifli Halid, menyatakan bahwa pemerintah berupaya bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak.

“Kami sudah menurunkan tim untuk membantu para korban. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Selain bantuan logistik, tim TAGANA juga memberikan pendampingan psikososial kepada warga, terutama anak-anak dan lansia, untuk membantu mereka mengatasi trauma akibat bencana ini.

Pemerintah Kota Palopo menyatakan bahwa mereka sedang menyusun langkah-langkah untuk mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang. Kepala BPBD Kota Palopo, Andi Fadly, menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem drainase di daerah rawan banjir.

“Kami akan mengevaluasi apakah banjir ini terjadi akibat luapan sungai atau karena drainase yang tersumbat. Jika diperlukan, kami akan melakukan pengerukan sungai dan perbaikan saluran air di kawasan ini,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga sedang mengupayakan program rehabilitasi bagi warga yang terdampak, termasuk bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Warga setempat berharap pemerintah bisa memberikan solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Kami sudah sering mengalami banjir seperti ini. Harapan kami ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki sistem drainase dan membangun tanggul agar air tidak mudah meluap,” ujar salah satu warga, Hasanuddin (50).

Dinas Sosial Kota Palopo juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dengan adanya bantuan yang sudah disalurkan, diharapkan para korban banjir bisa segera bangkit dan melanjutkan kehidupan mereka. Pemerintah Kota Palopo menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam memberikan solusi serta penanganan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *