Desah sang Bayu
Sapuan ombak menyeret pasir putih
Menyentuh lembut ujung jemari
Ayunan langkah gontai
Menyusuri tepian pantai
Desahan sang bayu
Tak hanya hantarkan cinta
Namun jua kerinduan
Mimpi dan harapan
Desahan itu akan selalu ada
Selagi cinta lekat bertaut
Mengikat hati ‘tuk saling menjaga
Meski dalam dimensi yang terbatas
Namun
Apalah artinya keterbatasan
Bila kesejatian rasa bertaut demikian eratnya
(Palu, 21 Maret 2017)
Menanti Pelangi
Hujan perlahan surut
Embusan dingin sang bayu
Menyapa aroma tanah dan daun jatuh
Dengan wangi yang membumi
Menyapa hati saat sepi
Hijaunya alam
Menyatu dalam hening
Nyanyian jiwa menjadi senandung terindah
Tatkala penantian terasa melelahkan
Mungkin janji hanya sebatas kata
Mungkin kata hanya sebatas ungkapan
Andai pelangi bisa hadir
Tanpa hujan
Tak akan ada penantian
Yang tak berujung
(Palu, 06 Maret 2017)
Melepasmu
Terbuai hasrat lampaui batas
Melepas impian berkarat tak tersampaikan
Remuk redam bertakhta sesal menikam
Menyibak cerita yang akhirnya terbuang
Gagal kuraih bayang semakin jauh
Menunggu sebuah ketidakpastian
Bagai siluet senja sesaat dan terlupakan
Merobek jiwa hingga berdarah meski tak tampak
Lentera malam merajut waktu
Menunggu pagi menikam rindu
Pendar cahaya biaskan semu
Gamang terasa sesak di dada
Ku hanya mampu menatap tak mampu berkata
Entah esok
(Palu, 11 November 2017)
Penggal-Penggal Kenangan
Penggal-penggal kenangan mengusik kesendirian
Melebur dendam juga cinta
Dalam mahligai rasa yang tertahan
Mengelabui waktu terkurung
Pada ketidakpastian bayang-bayang masa lalu
Surut sudah, terkubur bersama waktu
Ibarat mentari yang tak pernah lelah
Selalu bersandar pada optimisme
Bahwa rasa hanyalah tipuan sang waktu
Yang tak dapat disandarkan pada realita
Dan tetap bertakhta bahwa perjalanan hidup adalah takdir-Nya
(Palu, 11 Juni 2018)
Nurmiati, seorang wanita penulis puisi dengan nama pena Viernha. Penulis lahir di kota Palu pada hari Kamis, 18 September 1969 sebagai anak sulung dari dua bersaudara. Menghabiskan masa kanak-kanak dan masa remaja bahkan sampai saat ini tetap memilih kota Palu sebagai tanah tempat membentuk keluarga membesarkan anak-anaknya. Nurmiati tamatan Sekolah Dasar Negeri 14 Palu, SMPN 3 Palu, selanjutnya SMA 4 Palu, dan pendidikan SMA diselesaikannya di SMA Alkhaeraat Pusat Palu. Pada tataran pendidikan yang lebih tinggi kuikuti program D2 pada Universitas Tadulako dan Strata satu tuntas di Universitas Muhammadiyah Palu (2005), setelah itu penulis meraih Magister Sains tahun 2008 di Universitas Tadulako Palu Perjalanan karir Nurmiati cukup unik berawal sebagai guru salah satu Sekolah Taman Kanak-Kanak di kota Palu. Sebagai aktivis, penulis terbilang aktif di beberapa organisasi sosial dan juga sebagai Tenaga Pengajar Lepas pada Universitas Muhammadiyah Palu, juga aktif di Partai Politik yang mengantarkannya sebagai Anggota Legislatif di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah periode 2004-2009 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selanjutnya selesai di DPRD Sulawesi Tengah kembali mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai Tenaga Pendidik (Dosen) pada Universitas Muhammadiyah Palu sampai sekarang. Aktif dalam beberapa organisasi sosial dan organisasi perempuan serta kegiatan pendidikan tetap konsisten ditekuninya, termasuk Forum Aktif Menulis (FAM) Sulawesi Tengah.
