Silaturahmi Kedatuan Luwu di Pammanu, Upaya Mempererat Hubungan Adat dan Pemerintah

LUWU, Kapitanews.com – Bupati Luwu, Patahudding, menerima kunjungan silaturahmi dari Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, yang hadir bersama rombongan perangkat adat Kedatuan Luwu.

Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Kelurahan Pammanu, pada Selasa (28/04/2026).

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Datu Luwu menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.

Hal ini berkaitan dengan dukungan penuh pemerintah dalam menyukseskan Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 yang telah berlangsung meriah di Istana Kedatuan Luwu pada Januari lalu.

“Terima kasih atas kontribusinya pada pelaksanaan HJL dan HPRL yang telah dilaksanakan pada Januari lalu,” tutur Andi Maradang Mackulau di hadapan jajaran pemerintah daerah.

Merespons apresiasi tersebut, Bupati Patahudding menegaskan bahwa dukungan yang diberikan pemerintah merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai luhur adat dan budaya di wilayah Kedatuan Luwu.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewajiban moral untuk memastikan warisan sejarah tetap terjaga.

“Tidak perlu berterima kasih, itu sudah menjadi kewajiban kami yang berada di wilayah Kedatuan. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab untuk menjaga adat dan budaya,” tegas Patahudding.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong berbagai upaya pelestarian yang konkret. Salah satunya adalah pemeliharaan fisik Istana Kedatuan Luwu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Patahudding berencana merangkul para investor yang beroperasi di Kabupaten Luwu agar turut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu menaruh harapan besar agar sinergi antara birokrasi dan lembaga adat tetap terjalin dengan harmonis.

Langkah kolaboratif ini dinilai krusial dalam upaya melestarikan nilai-nilai budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas daerah Luwu Raya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed