DPRD Luwu Minta Dinas Sosial Bantu Hammad

LUWU, Kapitanews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, DPRD Kabupaten Luwu, meminta Dinas Sosial Kabupaten Luwu, secepatnya membantu Hammad (56) warga kurang mampu di Desa Murante, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Anggota DPRD Luwu H Muliadi, kepada Kapitanews.id, menyampaikan pemerintah harus bergerak cepat membantu kebutuhan Pak Hammad. “Saya kira Dinas Sosial harus segera membantu, minimal langkah awal memberikan bantuan pangan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Senada H Muliadi, anggota DPRD Luwu H Andi Muharrir, juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan disebutkan legislator Partai Golongan Karya ini, informasi tentang Ahmad akan dibawa ke rapat bersama Pemerintah Kabupaten Luwu.

“Kami akan sampaikan ke pemerintah utama Dinas Sosial dan Dinas Perumahan dan Pemukiman. Sebisa mungkin dibantu, termasuk perbaikan rumahnya. Pemerintah Kabupaten Luwu setiap tahun ada anggaran bedah rumah,” ujar mantan Ketua DPRD Luwu ini.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Luwu Saipul, langsung menanggapi kondisi warga Kecamatan Suli tersebut. Kepada redaksi Kapitanews.id, Syaiful, memastikan tim nya sudah turun hari ini melakukan pengecekan.

“Tim sudah ke lokasi assesmen. Pasti kita bantu, untuk bantuan rumah atau bedah rumah, akan kami komunikasikan dengan Dinas Perkim,” katanya. Syaiful menambahkan, Ahmad sendiri selama ini telah mendapatkan perhatian pemerintah dengan mengikut sertakan dalam berbagai program bantuan.

“Pak Hammad tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai atau BLT Dana Desa, juga pernah terima BST via POS, ini BST dari Kemensos di masa Pandemi namun sudah berakhir. Untuk BLT saat ini kami sementara proses pengecekan di BNBA,” kuncinya.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad (56) selama ini harus bertahan hidup dengan kondisi memperihatinkan selama puluhan tahun. Selain kondisi rumah yang memprihatinkan, dia juga mengaku kesulitan soal kehidupan sehari-hari.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Ahmad bekerja apa saja selama itu bisa menghasilkan uang asalkan cara halal. Kadang menjadi buruh kasar, mencari kerang dan kepiting untuk dijualnya, bahkan ukang panjat kelapa pun dijalaninya.

“Saya kerja sembarang, biasa panjat kelapa, ikut tukang jadi buruh, ke laut mencari ikan, kerang, dan kepiting. Kalau dapat ya ada yang dimakan ada juga yang di jual,” kata Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga mengatakan, saat ia kehabisan beras dan tak ada uang untuk membeli beras maka ia menggantinya dengan buah pisang. “Kalau tidak ada uang untuk beli beras, saya rebus pisang sebagai pengganti beras,” ujarnya.

Ahmad berharap adanya bantuan pemerintah untuk membangun rumahnya yang sudah tidak layak huni. “Jika ada bantuan dari pemerintah untuk membangun rumah saya, syukur Alhamdulillah,” harap Warga Desa Murante.