Warga Luwu Hidup Sebatang Kara, Kadang Makan Pisang Pengganti Beras

LUWU, Kapitainews.id – Ahmad (56) selama ini harus bertahan hidup sebatang kara dengan kondisi memperihatinkan selama puluhan tahun di Dusun Cerekang, Desa Murante, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulsel. Jumat (09/09/22).

Ahmad dulunya hidup bersama sang Istri, tapi sejak sang istri meninggal dunia Ahmad menjalani hidup di rumah tak layak huni selama 20 tahun.

banner 336x280

Terlihat dari kondisi rumah, dinding yang terbuat dari papan dan beratapkan daun rumbia. Adapun beberapa lembar seng terpasang namun sudah terdapat beberapa kerusakan. Sehingga jika terjadi hujan Ahmad akan kehujanan, Ia pun tak dapat memperbaiki rumahnya, sebab untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja ia masih terbatas.

“Mau diperbaiki juga tidak punya uang, jadi kalau hujan ya pasti kehujanan,” sebut Ahmad.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Ahmad bekerja apa saja selama itu bisa menghasilkan uang asalkan cara halal. Kadang menjadi buruh kasar, mencari kerang dan kepiting untuk dijualnya, bahkan tukang panjat kelapa pun dijalaninya.

“Saya kerja sembarang, biasa panjat kelapa, ikut tukang jadi buruh, ke laut mencari ikan, kerang, dan kepiting. Kalau dapat ya ada yang dimakan ada juga yang dijual,” kata Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga mengatakan, saat ia kehabisan beras dan tak ada uang untuk membeli beras maka ia menggantinya dengan buah pisang. “Kalau tidak ada uang untuk beli beras, saya rebus pisang sebagai pengganti beras,” ujarnya.

Ahmad berharap adanya bantuan pemerintah untuk membangun rumahnya yang sudah tidak layak huni. “Jika ada bantuan dari pemerintah untuk membangun rumah saya, syukur Alhamdulillah,” harap Warga Desa Murante.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *